Harga CPO KPBN Inacom Menguat ke Rp15.650/Kg, Bursa Malaysia Melemah akibat Prospek Produksi


AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menguat pada perdagangan Senin (3/8/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan harga kontrak CPO di Bursa Malaysia yang masih dibayangi prospek peningkatan produksi.

Berdasarkan hasil tender KPBN Inacom yang diperoleh Agricom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.650/kg, naik Rp100/kg atau sekitar 0,64% dibandingkan penawaran tertinggi pada Jumat (31/7/2026) yang mencapai Rp15.550/kg.

Sementara itu, harga FOB Talang Duku ditetapkan sebesar Rp15.400/kg, Franco Teluk Bayur sebesar Rp15.450/kg, FOB Boom Baru, Palembang sebesar Rp15.425/kg, serta Loco PKS Parindu & Ngabang sebesar Rp15.300/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Terkoreksi ke Rp15.750/Kg, Bursa Malaysia Menguat Ditopang Optimisme Ekspor

Di pasar internasional, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali berakhir di zona merah untuk hari kedua berturut-turut. Pelemahan dipicu oleh ekspektasi meningkatnya produksi minyak sawit Malaysia selama Juli, meskipun pertumbuhan ekspor masih memberikan dukungan terhadap harga.

Mengutip Reuters pada Selasa (4/8/2026), kontrak CPO acuan pengiriman Oktober 2026 ditutup turun RM14 per ton atau sekitar 0,3% menjadi RM4.629 per ton. Pada sesi perdagangan sebelumnya, kontrak yang sama juga telah terkoreksi sekitar 0,85%.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Agustus Turun ke USD 996,52/MT, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ikut Disesuaikan

Data sejumlah perusahaan survei kargo menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang Juli meningkat antara 12,1% hingga 19,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Survei Reuters juga memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia naik sekitar 14,8% pada Juli.

Di sisi lain, produksi diperkirakan tumbuh sekitar 7,4%, sehingga mendorong stok minyak sawit Malaysia mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kombinasi peningkatan produksi dan persediaan tersebut menjadi faktor utama yang membebani pergerakan harga di Bursa Malaysia.

BACA JUGA: Ekspor Menguat, Harga CPO Bursa Malaysia Mayoritas Naik Meski Volume Perdagangan Menyusut

Sentimen negatif juga datang dari pasar minyak nabati global. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun sekitar 0,11%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,88%. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga kontrak minyak kedelai turut terkoreksi sekitar 0,21%, mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar minyak nabati internasional. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP