CPO Malaysia Ditutup Menguat, Sentimen Pasokan dan Geopolitik Angkat Harga Minyak Sawit

CPO Malaysia Ditutup Menguat, Sentimen Pasokan dan Geopolitik Angkat Harga Minyak Sawit
Agricom.id

20 June 2026 , 11:54 WIB

Dok. Agricom/ Harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia mengakhiri perdagangan pekan ini dengan kenaikan signifikan. Kekhawatiran terhadap pasokan global dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong penguatan pasar.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026), sekaligus menandai akhir pekan yang positif bagi pasar minyak nabati. Penguatan harga terjadi di tengah kekhawatiran terhadap pasokan global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga energi dunia.

Dilansir dari Bernama, seluruh kontrak utama CPO ditutup di zona hijau. Kontrak pengiriman Juli 2026 mencatat kenaikan terbesar dengan menguat RM84 menjadi RM4.594 per ton. Kontrak Agustus 2026 naik RM78 menjadi RM4.622 per ton, sementara kontrak September 2026 bertambah RM73 menjadi RM4.646 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun Seiring Pelemahan Minyak Nabati dan Energi

Tren penguatan berlanjut pada kontrak jangka menengah. Kontrak Oktober 2026 meningkat RM65 menjadi RM4.668 per ton, kontrak November 2026 naik RM61 menjadi RM4.689 per ton, dan kontrak Desember 2026 bertambah RM52 menjadi RM4.710 per ton.

Kenaikan harga di seluruh seri kontrak tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek CPO dalam jangka pendek. Ketidakpastian pasokan global, ditambah pergerakan harga energi yang lebih tinggi akibat dinamika geopolitik, dinilai menjadi faktor pendukung utama bagi pasar minyak sawit.

Meski harga bergerak menguat, aktivitas perdagangan mengalami perlambatan. Volume transaksi tercatat turun menjadi 76.763 lot dibandingkan 91.261 lot pada sesi sebelumnya. Namun demikian, minat investor terhadap pasar CPO masih relatif kuat, tercermin dari kenaikan posisi terbuka (open interest) menjadi 287.112 kontrak dari sebelumnya 286.986 kontrak.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik 1,22% di Tengah Tekanan Bursa Malaysia dan Pasar Global

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Juni di wilayah Selatan Malaysia juga mencatat penguatan sebesar RM50 menjadi RM4.560 per ton. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sentimen positif tidak hanya terjadi di pasar berjangka, tetapi juga mulai tercermin pada perdagangan fisik.

Sementara itu, di pasar domestik Indonesia, tender CPO yang diselenggarakan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Jumat (19/6/2026) kembali berakhir withdraw (WD). Meski demikian, harga penawaran tertinggi masih menunjukkan kenaikan.

Berdasarkan hasil tender, harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp15.358/Kg, naik Rp23/Kg atau sekitar 0,15% dibandingkan perdagangan Kamis (18/6/2026) yang berada di level Rp15.335/Kg.

BACA JUGA: Akhir Pekan Menguat Tipis, Harga Karet SGX-SICOM Masih Bertahan di Atas Rp40.000/Kg

Kenaikan harga di Bursa Malaysia dan pasar domestik Indonesia mengindikasikan bahwa sentimen pasar minyak sawit global masih cenderung positif menjelang akhir pekan. Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan situasi geopolitik, pergerakan harga minyak mentah, serta dinamika pasokan minyak nabati global yang berpotensi memengaruhi arah harga CPO pada pekan mendatang. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP