Harga karet SGX–SICOM Kamis, 8 Oktober 2026 turun menjadi 258,2 US Cent/kg. Dengan kurs Rp17.791 per dolar AS, nilai KKK 100% berada di Rp45.936 per kg, turun Rp432 per kg dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
AGRICOM, PALEMBANG — Harga karet acuan SGX–SICOM pada Kamis (8/10/2026) mengalami penurunan. Harga tercatat sebesar 258,2 US Cent/kg, setara dengan Rp45.936 per kg berdasarkan kurs Rp17.791 per dolar AS.
Nilai tersebut turun Rp432 per kg dibandingkan Rabu (7/10/2026) yang berada di level Rp46.368 per kg. Penurunan terjadi seiring harga SICOM yang melemah dari 260,2 US Cent/kg menjadi 258,2 US Cent/kg, sementara nilai tukar rupiah bergerak dari Rp17.820 menjadi Rp17.791 per dolar AS.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (7/10) Turun Tipis, Masih Bertahan di Rp46.368 per Kg
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan koreksi harga karet pada perdagangan Kamis masih tergolong wajar.
“Koreksi hari ini masih tergolong wajar. Harga SICOM turun dari 260,2 menjadi 258,2 US Cent/kg, sementara kurs juga bergerak dari Rp17.820 menjadi Rp17.791 per dolar AS. Kombinasi keduanya membuat nilai KKK 100% turun Rp432 per kg,” ujar Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Kamis (8/10).
Menurutnya, petani karet tidak sebaiknya hanya berpatokan pada harga papan atau harga acuan pasar. Harga yang diterima petani juga dipengaruhi kualitas bahan olah karet (bokar), kadar karet kering (KKK), sistem penimbangan, potongan, volume produksi, serta tingkat persaingan antar-pembeli.
BACA JUGA: Hadapi EUDR, Kementan Perkuat Ketertelusuran Sawit, Kakao, dan Kopi Indonesia
“Pesan untuk petani karet, jangan hanya melihat harga papan. KKK tinggi, mutu bokar, timbangan yang jujur, potongan yang wajar, volume, dan persaingan pembeli tetap menjadi kunci agar harga global benar-benar memberi hasil yang lebih baik di tingkat petani,” jelasnya.
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp45.936/Kg
- KKK 70%: Rp32.155/Kg
- KKK 60%: Rp27.562/Kg
- KKK 50%: Rp22.968/Kg
- KKK 40%: Rp18.374/Kg
- KKK 30%: Rp13.781/Kg
BACA JUGA: Industri Sawit Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alamBursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)








