Harga Karet SGX–SICOM Senin (12/10) Naik Lagi Rp1.016, Tembus Rp47.121 per Kg

AGRICOM
Dok. Istimewa / Harga karet SGX–SICOM Senin (12/10/2026) naik Rp1.016/kg menjadi Rp47.121/kg untuk KKK 100%, seiring penguatan harga karet di pasar berjangka internasional.
Harga karet SGX–SICOM menguat menjadi 264,8 US Cent/kg pada Senin (12/10/2026). Dengan kurs Rp17.795 per dolar AS, harga karet KKK 100% mencapai Rp47.121/kg, naik dari Rp46.105/kg pada Jumat sebelumnya.

AGRICOM, PALEMBANG – Harga karet berdasarkan perdagangan SGX–SICOM pada Senin, 12 Oktober 2026, menguat menjadi 264,8 US Cent/kg atau setara Rp47.121/kg untuk kadar karet kering (KKK) 100%. Harga tersebut naik Rp1.016/kg dibandingkan Jumat (9/10/2026) yang tercatat Rp46.105/kg.

Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menyampaikan bahwa penguatan harga tersebut sejalan dengan kenaikan harga karet di pasar SGX–SICOM dari 259,0 US Cent/kg menjadi 264,8 US Cent/kg.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Jumat (9/10) Naik Rp169, Tembus Rp46.105 per Kg

“Kenaikan harga ini menjadi perkembangan positif bagi pasar karet dan memberikan harapan bagi petani. Namun, penguatan dalam satu sesi perdagangan belum cukup untuk memastikan tren kenaikan akan berlanjut,“ kata Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Senin (12/10).

Pergerakan harga selanjutnya masih perlu dicermati, terutama terkait permintaan industri ban, kondisi ekonomi China, harga minyak dunia, situasi geopolitik, serta dinamika perdagangan di pasar berjangka internasional.

Lebih lanjut Rudi menekankan, kenaikan harga acuan global perlu diikuti upaya nyata untuk memperbaiki harga jual di tingkat petani. Karena itu, petani perlu menjaga kadar karet kering (KKK), meningkatkan mutu bokar, menggunakan bahan pembeku sesuai anjuran, serta menghindari pencampuran kotoran, tatal, kayu, dan bahan lain yang menurunkan kualitas karet.

BACA JUGA: FWUMKM Gelar Turnamen Biliar, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah

UPPB dan kelembagaan petani juga perlu memperkuat persaingan antarpembeli, transparansi harga, kejujuran timbangan, serta keterbukaan mengenai potongan transaksi.

“Harga acuan yang naik harus menjadi momentum untuk memperjuangkan harga petani yang lebih baik. Jangan sampai kenaikan di pasar global tidak dirasakan secara proporsional oleh petani di tingkat kebun,” pungkasnya.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Nutrisi untuk 200 Penerima Manfaat, Dukung Penurunan Stunting di Rokan Hulu

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

  • KKK 100%: Rp47.121/Kg
  • – KKK 70%: Rp32.985/Kg
  • – KKK 60%: Rp28.273/Kg
  • – KKK 50%: Rp23.561/Kg
  • – KKK 40%: Rp18.848/Kg
  • – KKK 30%: Rp14.136/Kg

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)

Pos terkait