Harga CPO KPBN Senin (12/10) WD Rp14.808/kg, Bursa Malaysia Menguat hingga RM53 per Ton

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO KPBN Inacom berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp14.808/kg pada Senin (12/10/2026), sementara mayoritas kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat.
Harga CPO KPBN Inacom pada Senin (12/10/2026) berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.808/kg, turun Rp42/kg dibandingkan harga Jumat (9/10). Sebaliknya, mayoritas kontrak CPO Bursa Malaysia menguat, dengan kontrak Maret 2027 naik RM53 menjadi RM4.955 per ton, di tengah kenaikan stok dan produksi minyak sawit Malaysia pada September 2026.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom berakhir withdraw (WD) pada Senin (12/10/2026), dengan penawaran tertinggi mencapai Rp14.808/kg. Angka tersebut turun Rp42/kg atau sekitar 0,28% dibandingkan harga yang disebutkan sebesar Rp14.850/kg pada Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN, harga penawaran CPO di sejumlah lokasi pemasaran dibuka pada tingkat yang berbeda. Namun, tender di berbagai lokasi berakhir WD karena tidak menghasilkan kesepakatan transaksi.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (9/10) Bertahan di Rp14.850/kg, Bursa Malaysia Turun hingga RM86 per Ton

Untuk CPO Franco Dumai, harga dibuka Rp14.950/kg, dengan penawaran tertinggi Rp14.808/kg dari KJA. Sementara itu, CPO FOB Talang Duku dibuka Rp14.700/kg dan mencatat penawaran tertinggi Rp14.552/kg dari EUP.

Di Franco Teluk Bayur, harga pembukaan ditetapkan Rp14.750/kg, sedangkan penawaran tertinggi mencapai Rp14.489/kg dari WNI.

Perbedaan antara harga pembukaan dan penawaran tertinggi tersebut menunjukkan bahwa penawaran yang masuk belum mencapai harga yang ditetapkan dalam tender. Meski demikian, hasil WD tidak dapat diartikan sebagai harga transaksi final karena tidak terjadi kesepakatan jual beli.

BACA JUGA: IPOC 2026: GAPKI Bahas Harga Sawit 2027, Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Geopolitik Global

Mayoritas Kontrak CPO Bursa Malaysia Menguat

Berbeda dengan hasil tender KPBN, mayoritas kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Dilansir Bernama, kontrak CPO Oktober 2026 menjadi satu-satunya kontrak yang disebut mengalami penurunan, yakni sebesar RM162 menjadi RM4.200 per ton. Sebaliknya, kontrak November 2026 naik RM33 menjadi RM4.498 per ton, sedangkan kontrak Desember 2026 menguat RM45 menjadi RM4.637 per ton.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Jumat (9/10) Anjlok hingga RM86 per Ton, Kontrak Oktober Jadi RM4.362

Penguatan juga berlanjut pada kontrak pengiriman tahun depan. Kontrak Januari 2027 meningkat RM49 menjadi RM4.758 per ton, kontrak Februari 2027 naik RM52 menjadi RM4.862 per ton, dan kontrak Maret 2027 bertambah RM53 menjadi RM4.955 per ton.

Kenaikan pada kontrak November 2026 hingga Maret 2027 menunjukkan penguatan harga pada sebagian besar periode penyerahan. Namun, penurunan kontrak Oktober memperlihatkan bahwa pergerakan harga tidak seragam di seluruh kontrak.

BACA JUGA: 

Rincian Tender CPO KPBN Inacom, Senin (12/10/2026)

Berikut hasil tender KPBN Inacom untuk komoditas CPO pada Senin (12/10/2026), dengan harga dalam rupiah per kilogram dan belum termasuk PPN.

Lokasi penyerahan Harga pembukaan (Rp/kg) Hasil tender Penawaran tertinggi (Rp/kg)
Franco Dumai 14.950 WD 14.808 (KJA)
Loco PKS Luwu — No Bidder —
CIF Pelabuhan Gresik 14.950 WD 14.589 (WNI)
Loco Bekri, Lampung 14.850 WD 14.650 (AMJP)
FOB Talang Duku 14.700 WD 14.552 (EUP)
Franco Teluk Bayur 14.750 WD 14.489 (WNI)
Loco PKS Parindu 14.560 WD 14.387 (EUP)
Loco PKS Ngabang 14.575 WD 14.402 (EUP)
Loco PKS Kembayan 14.450 WD 14.277 (EUP)
CIF Pelabuhan Kijing 14.950 WD 14.772 (EUP)

Sumber: KPBN Inacom; harga belum termasuk PPN.

 

Harga Penutupan CPO Bursa Malaysia, 12 Oktober 2026

Kontrak Perubahan Harga penutupan
Oktober 2026 Turun RM162 RM4.200/ton
November 2026 Naik RM33 RM4.498/ton
Desember 2026 Naik RM45 RM4.637/ton
Januari 2027 Naik RM49 RM4.758/ton
Februari 2027 Naik RM52 RM4.862/ton
Maret 2027 Naik RM53 RM4.955/ton

Sumber: Bernama

Secara keseluruhan, perdagangan CPO pada Senin (12/10/2026) memperlihatkan perbedaan arah antara tender domestik dan pasar berjangka internasional. KPBN mencatat penawaran tertinggi Rp14.808/kg dengan status WD, sedangkan mayoritas kontrak Bursa Malaysia menguat di tengah kenaikan stok dan produksi minyak sawit Malaysia.

Perkembangan ekspor dan keseimbangan pasokan-permintaan akan menjadi indikator penting untuk mencermati pergerakan harga CPO pada perdagangan berikutnya. (A3)

Pos terkait