Harga CPO Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada penutupan Jumat (16/10/2026), didukung kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 33,51%–37,73% pada awal Oktober. Di pasar domestik, harga CPO KPBN Inacom bertahan di Rp14.988 per kg meski tender berstatus withdraw (WD).
AGRICOM, Kuala Lumpur — Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Penguatan tersebut ditopang oleh peningkatan permintaan ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 Oktober 2026, berdasarkan data survei pengapalan dari dua lembaga inspeksi kargo.
Dilansir Bernama, kontrak berjangka CPO November 2026 naik RM60 menjadi RM4.536 per ton. Kontrak Desember 2026 menguat RM57 menjadi RM4.676 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 bertambah RM44 menjadi RM4.769 per ton.
BACA JUGA: CPO Malaysia Tertekan Harga Minyak Kedelai, Kontrak November Turun RM84 Jadi RM4.476
Penguatan juga terjadi pada kontrak Februari 2027 yang naik RM37 menjadi RM4.852 per ton. Kontrak Maret 2027 meningkat RM27 menjadi RM4.926 per ton, sementara kontrak April 2027 bertambah RM17 menjadi RM4.984 per ton.
Kenaikan harga terjadi seiring membaiknya data ekspor minyak sawit Malaysia pada awal Oktober. Peningkatan pengiriman tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang sentimen pasar di tengah aktivitas perdagangan berjangka yang relatif stabil.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Ekspor Minyak Sawit Malaysia Naik hingga 37,73%
Data surveyor kargo Amspec Agri Malaysia menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 491.954 ton selama periode 1–10 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 37,73%, atau bertambah 134.760 ton, dibandingkan 357.194 ton pada periode yang sama September.
Sementara itu, perusahaan inspeksi independen Intertek Testing Services melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 525.071 ton pada periode 1–10 Oktober 2026. Jumlah tersebut naik 33,51%, atau bertambah 131.776 ton, dibandingkan 393.295 ton pada 1–10 September.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Jumat (16/10) Turun Lagi Rp570 Jadi Rp45.484 per Kg
Kedua laporan tersebut sama-sama memperlihatkan peningkatan pengiriman minyak sawit Malaysia pada awal Oktober. Data ekspor menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar karena memberikan gambaran mengenai permintaan dan arus perdagangan minyak sawit dari negara produsen utama tersebut.
Meski demikian, perkembangan harga CPO selanjutnya tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika permintaan global, persediaan minyak nabati, pergerakan harga minyak nabati pesaing, serta prospek produksi di negara-negara produsen utama.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (16/10) WD di Rp14.988 per Kg, Bursa Rotterdam Melemah
Volume Perdagangan Turun, Kontrak Terbuka Meningkat
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives tercatat turun menjadi 133.428 lot pada Jumat, dibandingkan 133.700 lot pada perdagangan Kamis (15/10/2026).
Sebaliknya, jumlah kontrak terbuka (open interest) meningkat menjadi 339.364 kontrak dari sebelumnya 333.964 kontrak. Kenaikan tersebut menunjukkan bertambahnya jumlah posisi kontrak yang masih terbuka di pasar berjangka.
BACA JUGA: IPOC 2026: GAPKI Bahas Harga Sawit 2027, Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Geopolitik Global
Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Oktober di wilayah Selatan Malaysia juga menguat RM60 menjadi RM4.500 per ton.
Penguatan harga di pasar berjangka dan fisik tersebut sejalan dengan sentimen positif dari kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia pada awal Oktober. Namun, perkembangan berikutnya masih akan bergantung pada keberlanjutan permintaan ekspor dan faktor fundamental pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: HR Biji Kakao Oktober 2026 Naik 7,49% Jadi USD 6.057,87, HPE USD 5.686 per MT, BK dan PE 7,5%
Harga CPO KPBN Inacom Bertahan di Rp14.988 per Kg
Sementara itu, di pasar domestik Indonesia, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Jumat (16/10/2026) tercatat tetap di Rp14.988 per kg.
Harga tersebut sama dengan penawaran tertinggi pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, tender pada Jumat berstatus withdraw (WD), sehingga tidak menghasilkan kesepakatan transaksi.
BACA JUGA: Mendag Busan Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar Ekspor di TEI 2026
Berdasarkan hasil tender, penawaran tertinggi untuk CPO skema Franco Dumai mencapai Rp14.988 per kg dari CTI, dibandingkan harga pembukaan Rp15.040 per kg.
Di lokasi CIF Pelabuhan Gresik, harga pembukaan tercatat Rp15.040 per kg dengan penawaran Rp14.741 per kg dari WNI. Sementara itu, skema FOB Talang Duku dibuka pada Rp14.790 per kg dengan penawaran tertinggi Rp14.663 per kg dari EUP.
Untuk skema Franco Teluk Bayur, harga pembukaan mencapai Rp14.840 per kg dengan penawaran tertinggi Rp14.660 per kg dari WIRA. Adapun tender Loco PKS Luwu tidak memperoleh penawaran dari peserta.
Dengan demikian, harga penawaran tertinggi CPO KPBN Inacom bertahan di Rp14.988 per kg di tengah penguatan harga kontrak berjangka CPO Malaysia. Perbedaan pergerakan tersebut mencerminkan kondisi dan mekanisme pembentukan harga yang berbeda antara pasar berjangka internasional dan tender fisik domestik. (A3)
