AGRICOM, PALEMBANG – Harga karet acuan SGX–SICOM pada Senin, 26 Oktober 2026, menguat Rp559 per kilogram menjadi Rp46.224/kg untuk kadar karet kering (KKK) 100%. Kenaikan ini terjadi setelah harga pada Jumat (23/10/2026) tercatat sebesar Rp45.665/kg.
Berdasarkan data perdagangan yang diperoleh Agricom, harga karet SGX–SICOM naik dari 254,3 menjadi 257,1 sen dolar AS per kilogram. Pada saat yang sama, nilai tukar yang digunakan bergerak dari Rp17.957 menjadi Rp17.979 per dolar AS.
Menurut Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan Rudi Arpian, kombinasi penguatan harga karet dalam dolar AS dan perubahan nilai tukar tersebut mendorong kenaikan harga indikatif karet dalam rupiah menjadi Rp46.224/kg, atau bertambah sekitar 1,22% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Jumat (23/10) Turun Rp149, Jadi Rp45.665/kg
“Kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi petani karet. Meski demikian, penguatan dalam satu hari belum cukup untuk memastikan tren kenaikan akan berlanjut. Perkembangan permintaan industri, kondisi ekonomi global, harga minyak, pasokan karet alam, serta pergerakan nilai tukar masih menjadi faktor yang perlu dicermati,” kata Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Jumat (23/10).
Rincian Harga Karet Berdasarkan KKK
Mengacu pada harga SGX–SICOM Senin (26/10/2026), berikut indikasi harga karet berdasarkan kadar karet kering (KKK):
| Kadar Karet Kering (KKK) | Harga (Rp/kg) |
| 100% | 46.224 |
| 70% | 32.357 |
| 60% | 27.734 |
| 50% | 23.112 |
| 40% | 18.490 |
| 30% | 13.867 |
Harga acuan SGX–SICOM tidak otomatis menjadi harga bersih yang diterima petani di tingkat kebun. Harga aktual tetap dipengaruhi kadar karet kering, mutu bahan olah karet (bokar), biaya produksi, jalur pemasaran, serta potongan transaksi yang berlaku.
Karena itu, petani perlu memanfaatkan momentum kenaikan harga dengan menjaga kualitas bokar dan meningkatkan kadar karet kering. Penggunaan bahan pembeku yang dianjurkan serta penghindaran campuran tatal, kayu, tanah, dan bahan pengotor lainnya juga penting untuk menjaga mutu hasil produksi.
Di sisi pemasaran, peran Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) diperlukan untuk mendorong transparansi penimbangan, keterbukaan informasi harga, penerapan potongan yang wajar, dan persaingan antarpembeli yang sehat.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 21–27 Oktober 2026 Tertinggi Rp3.744,09/kg
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global. (A3)
