Harga Karet SGX–SICOM Kamis (22/10) Turun Rp427, KKK 100% Terkoreksi Jadi Rp45.814 per Kg

AGRICOM
Dok. Istimewa / Harga karet SGX–SICOM terkoreksi pada Kamis, 22 Oktober 2026, turun Rp427 per kg menjadi Rp45.814 per kg untuk KKK 100%. Pergerakan harga internasional dan nilai tukar menjadi faktor yang perlu dicermati petani karet.
Harga karet SGX–SICOM melemah dari 258,1 menjadi 256,0 US cent per kg pada Kamis (22/10/2026). Dengan kurs Rp17.896 per dolar AS, harga acuan KKK 100% turun menjadi Rp45.814 per kg.

AGRICOM, PALEMBANG — Harga karet yang mengacu pada pasar SGX–SICOM kembali terkoreksi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Harga turun menjadi 256,0 US cent per kg dari 258,1 US cent per kg pada Rabu (21/10/2026). Bersamaan dengan perubahan kurs dari Rp17.916 menjadi Rp17.896 per dolar AS, harga acuan karet dengan kadar karet kering (KKK) 100% tercatat Rp45.814 per kg, turun Rp427 dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp46.241 per kg.

Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menyampaikan bahwa penurunan harga SICOM yang disertai perubahan nilai tukar tersebut memengaruhi perhitungan harga acuan karet dalam rupiah.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Rabu (21/10) Naik Rp227, Mendekati Rp46.500/kg

“Koreksi ini menunjukkan bahwa penguatan harga pada Rabu belum bertahan hingga perdagangan berikutnya. Meski demikian, pergerakan dalam satu hari belum cukup untuk memastikan arah harga selanjutnya,” kata Rudi, dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Kamis (22/10).

Perkembangan permintaan industri, kondisi ekonomi global, harga minyak, pasokan karet alam, serta pergerakan nilai tukar tetap menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati dalam melihat prospek harga karet.

BACA JUGA: BPDP dan Unair Dorong Limbah Sawit Jadi Pakan Ternak, Tekan Biaya Peternak hingga 40%

Harga Karet Berdasarkan KKK

Mengacu pada harga SGX–SICOM Kamis (22/10/2026), harga karet berdasarkan kadar karet kering tercatat sebagai berikut:

Kadar Karet Kering (KKK) Harga (Rp/kg)
100% 45.814
70% 32.070
60% 27.488
50% 22.907
40% 18.326
30% 13.744

Sumber: SGX Sicom, Apkarindo Sumsel, diolah Agricom.

Harga tersebut merupakan acuan berdasarkan tingkat KKK, bukan otomatis harga bersih yang diterima petani di tingkat kebun. Nilai transaksi aktual tetap dipengaruhi mutu bahan olah karet (bokar), kadar karet kering, biaya produksi, sistem pemasaran, serta potongan dalam transaksi.

BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Digelar di 38 Provinsi, Wamentan Saleh: Optimalkan Stabilitas Harga

Mutu Bokar dan Transparansi Penjualan Jadi Perhatian

Di tengah koreksi harga, petani perlu menjaga kualitas bokar agar nilai jual tetap optimal. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan KKK, menggunakan bahan pembeku yang dianjurkan, serta menghindari pencampuran bokar dengan tatal, kayu, dan material lain yang menurunkan mutu.

“Selain kualitas hasil, tata niaga yang transparan juga berperan penting dalam menjaga pendapatan petani. Penguatan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) diperlukan untuk mendorong penimbangan yang terbuka, potongan transaksi yang wajar, dan persaingan antarpembeli yang sehat,” pungkasnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (21/10) Turun ke Rp15.115/kg, Bursa Rotterdam Menguat

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global. (A3)

Pos terkait