Harga CPO di Bursa Malaysia melemah hingga RM73 per ton akibat tekanan minyak kedelai dan kekhawatiran tingginya stok serta rekor produksi Oktober. Di Indonesia, harga tender CPO KPBN Inacom turun Rp43 menjadi Rp15.115/kg.
AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada Rabu (21/10/2026). Tekanan berasal dari pelemahan harga minyak kedelai serta kekhawatiran terhadap tingginya persediaan minyak sawit dan potensi rekor produksi Malaysia pada Oktober 2026.
Mengutip Bernama, pelemahan tersebut terjadi ketika pelaku pasar mencermati pergerakan harga minyak nabati pesaing dan minyak mentah dunia untuk memperkirakan arah perdagangan CPO selanjutnya.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat, Kontrak November Naik RM80 per Ton
Kontrak berjangka CPO November 2026 turun RM73 menjadi RM4.522 per ton saat penutupan. Kontrak Desember 2026 melemah RM70 menjadi RM4.662 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 turun RM50 menjadi RM4.767 per ton.
Pelemahan juga terjadi pada kontrak berjangka Februari 2027 yang terkoreksi RM30 menjadi RM4.868 per ton. Sementara itu, kontrak Maret 2027 turun RM1 menjadi RM4.957 per ton dan kontrak April 2027 melemah RM3 menjadi RM5.014 per ton.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat turun menjadi 119.654 lot dari 142.270 lot pada Selasa (20/10/2026). Sebaliknya, jumlah kontrak terbuka (open interest) meningkat menjadi 335.340 kontrak dari sebelumnya 334.160 kontrak.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (21/10) Turun ke Rp15.115/kg, Bursa Rotterdam Menguat
Harga Tender CPO KPBN Inacom Turun Rp43/kg
Pelemahan harga juga terjadi di pasar domestik Indonesia. Harga tender CPO yang diselenggarakan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Rabu (21/10/2026) tercatat sebesar Rp15.115/kg, turun Rp43/kg atau sekitar 0,28% dibandingkan harga Selasa (20/10/2026) sebesar Rp15.158/kg.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa harga tender domestik turut mengalami koreksi di tengah tekanan yang berlangsung di pasar minyak sawit regional.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2026 Naik Jadi USD 1.042,15/MT, BK USD 178 dan PE USD 130,269 per MT
Secara keseluruhan, pergerakan harga CPO pada Rabu mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap prospek pasokan dan permintaan. Kekhawatiran atas peningkatan stok serta potensi produksi Malaysia yang tinggi menjadi faktor penekan, sementara perkembangan harga minyak nabati pesaing tetap menjadi perhatian dalam menentukan arah pasar berikutnya. (A3)
