Harga CPO Malaysia menguat untuk sesi kedua berturut-turut ditopang kenaikan harga minyak mentah dunia, sementara harga CPO KPBN naik tipis menjadi Rp15.702 per kg.
AGRICOM, JAKARTA — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Selasa (15/9/2026), mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan terutama didorong kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi.
Dilansir Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman November 2026 hingga jeda perdagangan tengah hari naik RM46 per ton atau 0,95% menjadi RM4.896 per ton. Harga tersebut setara sekitar US$1.200,59 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Kontrak Januari–Februari 2027 Tertekan
Penguatan pasar minyak mentah turut memberikan dukungan terhadap harga CPO karena meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Sentimen tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pasar minyak nabati, meski pergerakan komoditas minyak nabati pesaing masih beragam.
Di pasar domestik, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat withdraw pada Selasa (15/9/2026). Harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.702 per kg.
Harga tersebut naik tipis Rp2 per kg atau sekitar 0,01% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Senin (14/9/2026) yang berada di level Rp15.700 per kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Senin (14/9) Withdraw, Penawaran Tertinggi Rp15.700/Kg
Pergerakan pasar minyak nabati global menunjukkan arah yang berbeda-beda. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,91%, sementara kontrak minyak sawit Dalian terkoreksi 0,38%.
Sebaliknya, kontrak minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak naik tipis 0,07%.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan CPO Malaysia masih berlangsung di tengah sentimen pasar minyak nabati yang belum sepenuhnya seragam. Pergerakan harga minyak mentah, prospek permintaan biodiesel, serta dinamika harga minyak nabati pesaing menjadi sejumlah faktor yang akan terus dicermati pasar. (A3)








