Kontrak CPO Malaysia turun hingga RM81 per ton, sementara ekspor sawit periode 1–10 September diperkirakan merosot 11,71–17,46%, sementara penawaran tertinggi KPBN Inacom turun Rp234 menjadi Rp15.666 per kg di tengah indikasi penurunan ekspor sawit Malaysia.
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Tekanan harga terjadi di tengah indikasi penurunan ekspor minyak sawit Malaysia pada awal September, meski harga minyak mentah dunia bergerak menguat.
Mengutip Bernama, pelemahan ekspor tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar dalam perdagangan CPO berjangka di Bursa Malaysia Derivatives.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Rabu (9/9) Turun, Kontrak November Bertahan di RM4.967
Kontrak CPO September 2026 dan Oktober 2026 masing-masing turun RM71 per ton, menjadi RM4.598 dan RM4.716 per ton.
Kontrak November 2026 melemah RM81 menjadi RM4.885 per ton. Kontrak Desember 2026 turun RM76 menjadi RM5.033 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 merosot RM66 menjadi RM5.154 per ton.
Untuk kontrak Februari 2027, harga turun RM52 menjadi RM5.248 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Sesi, Kontrak November Dekati RM5.000
Di pasar fisik, harga CPO September untuk wilayah Selatan Malaysia turun RM30 menjadi RM4.650 per ton.
Data AmSpec menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 September 2026 mencapai 357.194 ton, turun 17,46% dibandingkan 432.742 ton pada periode yang sama Agustus 2026.
Sementara itu, Intertek Testing Services (ITS) memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 393.295 ton, turun 11,71% dari 445.466 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya sebesar 445.466 ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Kamis (10/9) Turun ke Rp15.666, CIF Rotterdam US$1.595
Harga CPO KPBN Inacom
Di pasar domestik Indonesia, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga mengalami penurunan.
Pada Kamis (10/9/2026), penawaran tertinggi CPO tercatat sebesar Rp15.666 per kg, turun Rp234 per kg atau sekitar 1,47% dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (9/9/2026) sebesar Rp15.900 per kg.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton
Penurunan harga di KPBN berlangsung bersamaan dengan pelemahan kontrak CPO di Bursa Malaysia, memberikan gambaran bahwa pasar sawit regional menghadapi tekanan dari sisi permintaan, khususnya indikasi perlambatan ekspor Malaysia pada awal September.
Namun, penguatan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap pasar minyak nabati karena dapat meningkatkan daya saing relatif biodiesel berbasis minyak sawit. (A3)








