Harga CPO Malaysia Menguat Tiga Sesi, Kontrak November Dekati RM5.000

AGRICOM
Dok. Agricom / Kontrak CPO November 2026 menguat 0,42% menjadi RM4.999 per ton pada perdagangan awal Selasa (8/9/2026).
Harga CPO berjangka Malaysia naik 0,42% pada Selasa (8/9/2026), didukung penguatan minyak nabati pesaing dan minyak mentah dunia.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan penguatan untuk sesi perdagangan ketiga berturut-turut pada Selasa (8/9/2026). Kenaikan harga didukung penguatan minyak nabati pesaing serta kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman November 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM21 per ton atau sekitar 0,42% menjadi RM4.999 per metrik ton pada perdagangan awal. Level tersebut membawa harga CPO Malaysia kembali mendekati batas psikologis RM5.000 per ton.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Senin (7/9) Menguat, Kontrak Desember 2026 Tembus RM5.110 per Ton

Dilansir Reuters, penguatan CPO berlangsung sejalan dengan pergerakan positif sejumlah komoditas minyak nabati di pasar global. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai (soyoil) yang paling aktif tercatat menguat 0,42%, sedangkan kontrak minyak sawit naik lebih tinggi sebesar 1,67%.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), yang naik 0,59%.

Selain sentimen dari pasar minyak nabati dan energi, faktor nilai tukar turut memberikan dukungan terhadap harga CPO. Ringgit Malaysia melemah 0,05% terhadap dolar AS. Pelemahan ringgit membuat komoditas sawit yang dihargai dalam mata uang tersebut relatif lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (8/9) Turun ke Rp15.957/Kg, Bursa Malaysia Dekati RM5.000

 

Harga CPO KPBN Justru Melemah

Berbeda dengan pergerakan CPO berjangka Malaysia, harga CPO dalam tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) justru mengalami penurunan pada Selasa (8/9/2026).

Tender KPBN berakhir withdraw (WD), dengan penawaran tertinggi sebesar Rp15.957 per kilogram (kg). Angka tersebut turun Rp81/kg atau sekitar 0,51% dibandingkan penawaran tertinggi pada Senin (7/9/2026) sebesar Rp16.038/kg.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Cek Kesehatan Gratis di Labuhanbatu Utara

Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan pasar CPO domestik dan pasar berjangka Malaysia belum sepenuhnya bergerak searah. Di satu sisi, pasar global mendapat dukungan dari kenaikan minyak nabati pesaing dan minyak mentah, sementara tender domestik masih menghadapi tekanan pada level penawaran. (A3)

Pos terkait