Harga CPO Malaysia Melemah Jumat (11/9), Kontrak November Turun RM71

AGRICOM
Dok. Agricom / Harga CPO berjangka Bursa Malaysia melemah pada Jumat (11/9/2026) di tengah kekhawatiran peningkatan stok dan produksi sawit Malaysia.
Harga CPO berjangka Bursa Malaysia melemah di seluruh kontrak pada Jumat (11/9), sementara harga CPO KPBN Indonesia naik Rp42 menjadi Rp15.708 per kg.

AGRICOM, Jakarta — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Penurunan terjadi di seluruh kontrak, di tengah kekhawatiran pasar terhadap peningkatan stok dan produksi sawit Malaysia yang masih membayangi prospek harga.

Dilansir Bernama, kontrak CPO September 2026 turun RM48 menjadi RM4.550 per ton pada akhir perdagangan. Kontrak Oktober 2026 melemah RM46 menjadi RM4.670 per ton, sedangkan kontrak November 2026 turun RM71 ke posisi RM4.814 per ton.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Kamis (10/9) Turun, Ekspor Awal September Anjlok

Tekanan jual berlanjut pada kontrak Desember 2026 yang terkoreksi RM89 menjadi RM4.944 per ton. Kontrak Januari 2027 turun RM98 menjadi RM5.056 per ton, sementara kontrak Februari 2027 melemah RM100 ke level RM5.148 per ton.

Aktivitas perdagangan justru meningkat. Volume transaksi mencapai 176.318 lot, naik dari 149.992 lot pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Posisi open interest juga bertambah menjadi 349.906 kontrak dari sebelumnya 340.891 kontrak.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat (11/9) Naik Rp42 Jadi Rp15.708 per Kg

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman September di wilayah Selatan Malaysia turun RM30 menjadi RM4.620 per ton.

 

Harga CPO KPBN Menguat

Di pasar domestik Indonesia, harga CPO yang ditetapkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) berada di level Rp15.708 per kg pada Jumat (11/9/2026).

Harga tersebut naik Rp42 per kg, atau sekitar 0,27%, dibandingkan harga pada Kamis yang berada di level Rp15.666 per kg.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO September 2026 Naik 1,10% Jadi USD1.007,51 per Ton

Pergerakan harga di Malaysia dan Indonesia menunjukkan dinamika yang berbeda pada perdagangan Jumat. Bursa Malaysia berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran terhadap peningkatan stok dan produksi, sementara harga CPO KPBN di Indonesia masih mencatat kenaikan dibandingkan sehari sebelumnya.

Perkembangan stok, produksi, serta permintaan ekspor akan menjadi faktor penting yang dicermati pelaku pasar untuk menentukan arah harga CPO selanjutnya. (A3)

Pos terkait