Harga CPO Malaysia Menguat Dua Sesi Beruntun, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing

Harga CPO Malaysia Menguat Dua Sesi Beruntun, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing
Ilustrasi minyak sawit. Foto: Agricom.id

28 January 2026 , 10:08 WIB

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia kembali ditutup menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Penguatan ini dipicu lonjakan harga minyak nabati pesaing di pasar China, kinerja ekspor yang solid, serta sinyal produksi yang lebih rendah.

Mengutip laporan Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM33 per ton atau 0,78 persen ke level RM4.258 per ton. Kenaikan tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap kombinasi sentimen eksternal dan faktor fundamental dari dalam negeri Malaysia.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat di Awal Pekan, Didukung Pasar Minyak Nabati Global

Dari pasar global, pergerakan minyak nabati utama menunjukkan tren searah. Kontrak soyoil paling aktif di Bursa Dalian, China, menguat 1,03 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak 2,67 persen. Di sisi lain, harga soyoil di Chicago Board of Trade (CBOT) juga tercatat naik 0,48 persen.

Kenaikan serempak ini menjadi faktor penting bagi pergerakan CPO, mengingat minyak sawit bersaing langsung dengan soyoil dan minyak nabati lain dalam memperebutkan pangsa pasar global. Setiap perubahan harga di bursa utama dunia kerap memengaruhi arah pergerakan CPO di Malaysia.

Dari sisi fundamental, sentimen pasar turut diperkuat oleh data ekspor terbaru. Survei kargo yang dilakukan Intertek Testing Services menunjukkan ekspor produk sawit Malaysia pada periode 1–25 Januari meningkat 9,97 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (27/1) Kembali Menguat, Tembus Rp 15.108 per Kg

Laporan serupa juga dirilis AmSpec Agri Malaysia, yang mencatat ekspor sawit Malaysia naik 7,97 persen sepanjang periode tersebut. Kinerja ekspor yang tetap solid di tengah dinamika pasar global ini dinilai memberi bantalan kuat bagi harga.

Selain faktor permintaan, pelaku pasar juga mencermati indikasi produksi yang cenderung lebih rendah, yang berpotensi memperketat pasokan dan menjaga harga tetap berada di jalur penguatan.

Dengan kombinasi reli minyak nabati global, ekspor yang membaik, serta prospek pasokan yang lebih ketat, pasar CPO dinilai masih memiliki ruang untuk mempertahankan tren positif dalam jangka pendek. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP