AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di pasar internasional kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Berdasarkan perdagangan SGX-SICOM, harga karet tercatat sebesar 234,4 sen AS per kilogram atau setara Rp41.819/kg dengan kurs Rp17.841 per dolar AS.
Harga tersebut naik Rp139/kg dibandingkan perdagangan Rabu (3/6/2026) yang berada di level Rp41.680/kg. Kenaikan ini memperpanjang reli harga karet yang telah berlangsung sejak awal Juni dan semakin mendekatkan harga ke level psikologis Rp42.000/kg.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Rabu (3/6) Melonjak ke Rp41.680/Kg, Sentuh Level Tertinggi Awal Juni
Menurut Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian. Pergerakan dari Selasa hingga Kamis menunjukkan tren naik yang sangat solid. Setelah lonjakan kuat pada perdagangan sebelumnya, pasar kini mampu mempertahankan momentum dengan kenaikan bertahap dan stabil. Kondisi ini menandakan bahwa sentimen positif terhadap karet alam masih cukup kuat.
“Bertahannya harga di atas Rp41.000/Kg menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase bullish. Selama tidak terjadi tekanan jual yang besar, peluang untuk menguji level Rp42.000/Kg tetap terbuka,” kata Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Kamis (4/6).
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100% : Rp41.819/Kg
- KKK 70% : Rp29.273/Kg
- KKK 60% : Rp25.091/Kg
- KKK 50% : Rp20.910/Kg
- KKK 40% : Rp16.728/Kg
- KKK 30% : Rp12.546/Kg
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Awal Juni Kembali Menguat, Tembus Rp40.802 per Kilogram
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)