Harga CPO KPBN Kamis (6/8) Turun Menjadi Rp15.650/kg, Bursa Malaysia Tertekan

Harga CPO KPBN Kamis (6/8) Turun Menjadi Rp15.650/kg, Bursa Malaysia Tertekan
Dok. Agricom / CPO dan turunannya.

07 August 2026 , 09:16 WIB

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) bergerak melemah tipis pada Kamis (6/8/2026), seiring pelemahan mayoritas kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia akibat meningkatnya ekspektasi pasokan dan tekanan dari pasar minyak nabati global.

Harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.650/kg, turun Rp38/kg atau sekitar 0,24% dibandingkan penawaran tertinggi pada Rabu (5/8/2026) yang mencapai Rp15.688/kg.

Berdasarkan data tender KPBN yang diperoleh Agricom, harga FOB Talang Duku dibuka pada Rp15.400/kg, namun berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.317/kg. Sementara itu, Franco Teluk Bayur dibuka di level Rp15.450/kg, tetapi juga ditarik setelah penawaran tertinggi mencapai Rp15.325/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Rabu (5/8) Withdraw Meski Bursa Malaysia Menguat

Di segmen crude palm kernel oil (CPKO), tender Franco Dumai dibuka pada Rp29.528/kg, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.900/kg. Sementara FOB Lampung dibuka di Rp29.454/kg dan juga ditarik setelah menerima penawaran tertinggi Rp28.300/kg.

Untuk palm kernel (PK), tender Franco Belawan dibuka pada Rp13.821/kg, namun tidak terjadi transaksi setelah penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp13.605/kg.

Sementara itu, perdagangan crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup mayoritas melemah pada Kamis (6/8/2026). Pelemahan dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dunia dan minyak kedelai, di tengah meningkatnya ekspektasi produksi serta persediaan minyak sawit Malaysia dalam beberapa pekan mendatang.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Didukung Prospek Permintaan India

Mengutip Bernama, pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena memperkirakan pasokan minyak sawit akan terus meningkat, sehingga membatasi minat beli di pasar berjangka.

Pada penutupan perdagangan, kontrak September 2026 turun RM21 menjadi RM4.625 per ton, diikuti kontrak Oktober 2026 yang melemah RM16 menjadi RM4.686 per ton, serta kontrak November 2026 yang turun RM12 menjadi RM4.733 per ton.

Kontrak Desember 2026 terkoreksi RM8 menjadi RM4.775 per ton, sedangkan kontrak Januari 2027 turun tipis RM2 menjadi RM4.815 per ton.

BACA JUGA: Peran dan Akuntabilitas Industri Sawit dan Masyarakat dalam Mitigasi Karhutla

Berbeda dengan kontrak lainnya, kontrak Agustus 2026 justru menguat RM15 dan ditutup pada RM4.534 per ton, menjadi satu-satunya kontrak yang mencatat kenaikan pada sesi perdagangan tersebut. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP