Tembus Pasar Prancis, Kakao Fermentasi Berau Kian Dilirik Industri Premium

Tembus Pasar Prancis, Kakao Fermentasi Berau Kian Dilirik Industri Premium
Agricom.id

04 March 2026 , 12:04 WIB

Sebanyak 10 ton biji kakao fermentasi asal Berau resmi diekspor ke Prancis, memperkuat posisi komoditas unggulan daerah di pasar cokelat premium sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Foto: Prokopim Berau

AGRICOM, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau kembali mencatat langkah maju di sektor perkebunan dengan melepas ekspor 10 ton biji kakao fermentasi ke Prancis. Pelepasan ekspor dilakukan langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa (3/3/2026).

Ekspor ini menjadi sinyal semakin kokohnya posisi kakao Berau di pasar internasional, khususnya untuk segmen kakao fermentasi premium. Produk tersebut dinilai memiliki daya saing tinggi berkat kualitas biji dan konsistensi proses fermentasi yang terus membaik.

BACA JUGA: HPE Biji Kakao Periode Maret 2026 Anjlok 30,44 Persen Akibat Permintaan Melemah

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa tingginya minat pasar global terhadap kakao Berau harus dimanfaatkan sebagai peluang strategis untuk memperluas akses ekspor.

“Permintaan yang terus tumbuh ini menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan ekspor, baik dalam bentuk biji kakao fermentasi premium maupun produk olahan bernilai tambah,” ujarnya, dilansir Agricom.id dari KBRN RRI, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, kakao asal Berau memiliki karakter rasa khas, yakni kombinasi pahit yang kuat dengan sentuhan asam segar yang seimbang. Profil cita rasa tersebut diminati produsen cokelat premium dunia, termasuk industri cokelat di Prancis.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT

Menurutnya, pelepasan ekspor ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan. Sektor kakao dinilai berpotensi menjadi penopang ekonomi masyarakat, terutama petani, apabila didukung oleh teknologi budidaya, akses pembiayaan, serta sertifikasi keberlanjutan.

Pemerintah daerah pun mendorong Dinas Perkebunan dan perangkat terkait untuk fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Standarisasi fermentasi, teknik pengeringan yang tepat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi faktor kunci agar kakao Berau konsisten memenuhi standar ekspor.

Apresiasi juga disampaikan kepada PT KHASS sebagai eksportir yang telah membuka akses pasar internasional bagi kakao Berau. Pemkab berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar ekspor berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

BACA JUGA: Harga Karet Bangkit, SGX–Sicom Selasa (3/3) Naik ke Rp 34.081 per Kg

Selain mendorong ekspor, Pemkab Berau juga menyiapkan strategi hilirisasi dengan melibatkan pelaku UMKM. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, pengembangan produk olahan berbasis kakao terus diperkuat agar nilai tambah tidak berhenti pada bahan mentah, tetapi tumbuh menjadi industri lokal yang menyerap tenaga kerja.

Ke depan, pemerintah daerah berencana mengembangkan konsep agrowisata kakao. Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga dapat menyaksikan proses budidaya, fermentasi, hingga pengolahan cokelat sebagai bagian dari pengalaman wisata edukatif.

Dengan ekspor 10 ton kakao fermentasi ini, Berau menegaskan komitmennya sebagai salah satu sentra kakao premium yang siap memperluas penetrasi pasar Eropa. Langkah ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada petani. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP