Asian Agri dan Apical Soroti Peran Strategis Sawit dari Pangan hingga Energi Berkelanjutan


AGRICOM, JAKARTA – Industri kelapa sawit tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam berbagai sektor strategis, mulai dari produk rumah tangga hingga pengembangan energi masa depan.

Melalui momentum Ramadan, Asian Agri bersama Apical menyoroti kembali luasnya manfaat komoditas ini sekaligus menegaskan komitmen industri dalam menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab

BACA JUGA: 

- Program SMILE Bawa Empat Kelompok Petani Swadaya Raih Sertifikasi RSPO di RT2025

- Asian Agri dan Apical Perkuat Komitmen Sawit Berkelanjutan: Dari Dapur Hingga Avtur

Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, Johan Kurniawan dalam sambutannya mengatakan, bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadan memiliki keselarasan dengan prinsip pengelolaan industri kelapa sawit yang bertanggung jawab.

“Ramadan mengajarkan kita tentang integritas dan konsistensi—melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat. Prinsip yang sama juga penting dalam memastikan pengelolaan kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Johan, dalam acara kegiatan buka puasa bersama awak media yang diikuti Agricom.id, Kamis 5 Maret 2026.

BACA JUGA: 

- Harga CPO KPBN Selasa (3/3) Menguat ke Rp 14.600/Kg, Didorong Reli Minyak Nabati dan Minyak Mentah Dunia

- Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji 1447 H

Ia menambahkan bahwa manfaat yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit tidak muncul secara instan, melainkan merupakan hasil dari pengelolaan yang terintegrasi di sepanjang rantai nilai.

Di sektor hulu, Asian Agri memastikan pengelolaan perkebunan dimulai dari dasar yang tepat. Hal ini mencakup penggunaan bibit unggul Topaz, penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab, serta program peremajaan atau replanting untuk menjaga produktivitas tanpa membuka lahan baru. Kemitraan dengan petani juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit.

“Keberlanjutan tidak mungkin dibangun sendirian. Kemitraan yang kuat dengan petani menjadi kunci untuk menciptakan industri kelapa sawit yang tangguh dan bertanggung jawab,” tambah Johan.

BACA JUGA: Tembus Pasar Prancis, Kakao Fermentasi Berau Kian Dilirik Industri Premium

Sementara itu di sektor hilir, Apical mengolah minyak sawit menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui rantai pasok yang terintegrasi. Produk tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku bagi berbagai kebutuhan industri, mulai dari oleokimia hingga energi terbarukan seperti sustainable aviation fuel (SAF).

Semangat kebermanfaatan tersebut juga tercermin dalam berbagai inisiatif yang dilakukan selama Ramadan.

Di wilayah operasionalnya di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, Asian Agri kembali menyelenggarakan bazar minyak goreng bagi masyarakat sekitar menjelang Idul Fitri. Melalui kegiatan ini, warga dapat membeli minyak goreng premium dengan harga terjangkau untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.

Apical juga turut berpartisipasi dalam program bazar minyak goreng yang diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian. Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 600 karton minyak goreng merek Minyakita dan Camar disalurkan kepada masyarakat.

Inisiatif-inisiatif ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Menutup acara, Johan menekankan bahwa Ramadan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan produktivitas, tetapi juga oleh integritas, kemitraan, serta komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas melalui berbagai program dan inisiatif. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP