Harga CPO Malaysia Kembali Menguat, Sentimen Geopolitik dan Minyak Nabati Angkat Pasar

Harga CPO Malaysia Kembali Menguat, Sentimen Geopolitik dan Minyak Nabati Angkat Pasar
Agricom.id

06 March 2026 , 13:08 WIB

Sentimen kenaikan harga minyak mentah global serta ekspektasi turunnya stok minyak sawit Malaysia mendorong penguatan harga CPO di Bursa Malaysia dan pasar domestik Indonesia. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Kamis (5/3/2026), seiring meningkatnya sentimen positif pasar yang dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia dan minyak nabati pesaing.

Dilansir dari Bernama, penguatan harga minyak mentah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut ikut mendorong harga komoditas berbasis minyak, termasuk minyak sawit.

BACA JUGA: 

- Harga CPO Bursa Malaysia Melemah ke RM4.154 per Ton, Dipicu Aksi Ambil Untung

- Harga Karet Global Turun Lagi Pada Kamis (5/3), SGX Sicom Terkoreksi ke Rp 33.219 per Kg

Senior Analyst Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, mengatakan bahwa kombinasi kenaikan harga minyak mentah dan minyak kedelai menjadi faktor utama yang menopang pergerakan harga CPO di pasar berjangka Malaysia.

Menurutnya, tren penguatan tersebut juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan turunnya stok minyak sawit Malaysia pada akhir Februari.

“Kenaikan harga minyak sawit juga didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi penurunan stok minyak sawit Malaysia pada akhir Februari,” ujar Sathia Varqa seperti dikutip Bernama.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Menguat ke Rp 14.700/kg Pada Rabu (4/3/2026), Bursa Malaysia Justru Terkoreksi

Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO untuk pengiriman Maret 2026 naik RM25 menjadi RM4.096 per ton, sementara kontrak April 2026 juga meningkat RM25 menjadi RM4.180 per ton.

Kontrak Mei 2026 mencatat kenaikan RM28 menjadi RM4.207 per ton. Sementara itu, kontrak Juni 2026 dan Juli 2026 masing-masing menguat RM29 menjadi RM4.218 dan RM4.217 per ton.

Untuk kontrak Agustus 2026, harga juga naik RM28 sehingga ditutup pada level RM4.208 per ton.

BACA JUGA: Asian Agri dan Apical Soroti Peran Strategis Sawit dari Pangan hingga Energi Berkelanjutan

Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi menunjukkan peningkatan signifikan. Total volume perdagangan tercatat mencapai 127.102 lot, meningkat dibandingkan perdagangan Rabu sebelumnya yang sebesar 76.192 lot.

Namun demikian, jumlah posisi terbuka atau open interest justru mengalami penurunan menjadi 218.820 kontrak dari sebelumnya 221.298 kontrak.

Sementara itu, di pasar domestik Indonesia, harga CPO juga menunjukkan tren penguatan. Harga CPO yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Kamis (5/3/2026) tercatat sebesar Rp14.800 per kilogram.

Harga tersebut naik Rp100 per kilogram atau sekitar 0,69% dibandingkan harga pada Rabu (4/3/2026) yang berada di level Rp14.700 per kilogram.

Kenaikan harga di pasar regional maupun domestik ini mencerminkan sentimen positif pasar minyak nabati global yang masih dipengaruhi oleh faktor energi, pergerakan minyak kedelai, serta dinamika pasokan minyak sawit di negara produsen utama. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP