Harga CPO KPBN Kamis (5/3) Naik Lagi ke Rp14.800/Kg, Terdorong Menguatnya  Minyak Mentah dan Kedelai


AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat menguat pada perdagangan Kamis (5/3/2026). Harga CPO KPBN Inacom ditetapkan sebesar Rp14.800 per kilogram.

Harga tersebut naik Rp100 per kilogram atau sekitar 0,69% dibandingkan posisi pada Rabu (4/3/2026) yang berada di level Rp14.700 per kilogram.

Dikutip dari InfoSAWIT, harga CPO Franco Belawan dan Dumai ditetapkan Rp14.800 per kilogram. Sementara itu, harga CPO Franco Teluk Bayur berada di level Rp14.670 per kilogram.

BACA JUGA: 

- Harga CPO KPBN Menguat ke Rp 14.700/kg Pada Rabu (4/3/2026), Bursa Malaysia Justru Terkoreksi

- Harga CPO Malaysia Kembali Menguat, Sentimen Geopolitik dan Minyak Nabati Angkat Pasar

Sementara itu, dari pasar global, dilansir dari Bernama, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga ditutup menguat pada perdagangan hari yang sama. Kenaikan harga ini dipicu oleh penguatan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Senior Analyst Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, mengatakan bahwa kombinasi kenaikan harga minyak mentah dan minyak kedelai menjadi faktor utama yang mendorong penguatan harga CPO.

“Kenaikan harga minyak sawit juga didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi penurunan stok minyak sawit Malaysia pada akhir Februari,” ujarnya seperti dikutip Agricom.id dari Bernama.

BACA JUGA: Asian Agri dan Apical Soroti Peran Strategis Sawit dari Pangan hingga Energi Berkelanjutan

Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO untuk Maret 2026 dan April 2026 masing-masing naik RM25 menjadi RM4.096 per ton dan RM4.180 per ton.

Kontrak Mei 2026 meningkat RM28 menjadi RM4.207 per ton. Sementara kontrak Juni 2026 dan Juli 2026 masing-masing menguat RM29 menjadi RM4.218 dan RM4.217 per ton.

Adapun kontrak Agustus 2026 turut naik RM28 sehingga ditutup pada level RM4.208 per ton. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP