Harga CPO Bursa Malaysia Capai Level Tertinggi Lima Pekan, KPBN Ikut Menguat


AGRICOM, Jakarta – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melonjak ke level tertinggi dalam lima pekan pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Kenaikan tersebut didorong oleh penguatan harga minyak nabati di pasar global serta pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia.

Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Mei 2026 tercatat naik RM59 per ton atau sekitar 1,4%, sehingga mencapai RM4.266 per ton pada jeda perdagangan siang hari.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Kembali Menguat, Sentimen Geopolitik dan Minyak Nabati Angkat Pasar

Secara mingguan, kontrak tersebut telah menguat sekitar 5,54% sepanjang pekan ini. Penguatan ini turut dipengaruhi oleh reli harga minyak mentah global yang memberikan sentimen positif terhadap pasar minyak nabati. Jika tren kenaikan tersebut bertahan hingga penutupan perdagangan, maka penguatan pekan ini berpotensi menjadi yang terbesar sejak pekan 25 November 2024.

Di pasar minyak nabati lainnya, pergerakan harga juga menunjukkan tren positif. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian tercatat naik 1,13%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak 2,33%. Sebaliknya, kontrak minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) justru terkoreksi sekitar 0,65%.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Jumat (6/3) Turun Lagi, Tertinggi Rp 33.219 per Kg

Sementara itu, harga CPO di pasar Indonesia juga mencatatkan kenaikan. Harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Jumat (6/3/2026) berada di level Rp14.950/kg.

Harga tersebut naik Rp150/kg atau sekitar 1,01% dibandingkan harga pada Kamis (5/3/2026) yang tercatat sebesar Rp14.800/kg. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga CPO di pasar internasional yang turut memberikan sentimen positif bagi perdagangan minyak sawit Indonesia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP