Syngenta Indonesia Luncurkan Buku Pintar Budidaya Sayuran Guna Tingkatkan Produktivitas Petani Hortikultura


AGRICOM, BANDUNG – Upaya meningkatkan produktivitas hortikultura terus diperkuat melalui berbagai inovasi dan dukungan pengetahuan bagi petani. Salah satunya dilakukan oleh Syngenta Indonesia dengan menghadirkan buku panduan praktis budidaya sayuran yang diharapkan dapat membantu petani mengelola tanaman secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku panduan budidaya tanaman hortikultura sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Peluncuran buku tersebut digelar di Kabupaten Soreang, Jawa Barat, pada 2 Maret 2026 dan dihadiri lebih dari 100 petani serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

BACA JUGA: 

- HPE Biji Kakao Periode Maret 2026 Anjlok 30,44 Persen Akibat Permintaan Melemah

- Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT

Tiga buku panduan tersebut fokus pada komoditas hortikultura utama, yaitu bawang merah, cabai, dan tomat. Masing-masing buku berjudul “Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal”, “Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah”, dan “Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat.”

Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, terutama untuk komoditas hortikultura yang sering mengalami fluktuasi harga.

Buku panduan tersebut dibagikan secara gratis kepada para petani dan masyarakat yang ingin mempelajari teknik budidaya sayuran secara lebih baik. Materi disusun menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi foto berwarna untuk memudahkan petani memahami setiap tahapan budidaya.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Jumat (6/3) Turun Lagi, Tertinggi Rp 33.219 per Kg

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa proses belajar dalam budidaya tanaman tidak pernah berhenti.

“Tidak ada kata tamat untuk belajar, termasuk dalam budidaya tanaman. Kami sangat mengapresiasi upaya Syngenta menghadirkan buku pintar ini untuk membantu petani mengelola komoditas hortikultura dengan lebih baik. Pemerintah dan Syngenta memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Sabtu 7 Maret 2026.

Marketing Head Syngenta Indonesia, Suhendro, menjelaskan bahwa peluncuran buku ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan melalui penyediaan panduan praktis budidaya bagi petani.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (6/3) Naik ke Rp14.950/kg, Sejalan Lonjakan CPO di Bursa Malaysia

Menurutnya, dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen, ketersediaan pangan diharapkan menjadi lebih stabil sekaligus mampu meningkatkan pendapatan petani. Ia juga menambahkan bahwa program peluncuran buku panduan tersebut akan diperluas ke berbagai daerah sentra produksi sayuran di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, Narendra Widyanto, Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia, menjelaskan bahwa buku panduan tersebut disusun berdasarkan pengalaman teknis perusahaan serta masukan langsung dari para petani.

"Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang diterapkan oleh Syngenta. Kontennya tidak hanya mencakup teknologi Syngenta, tetapi juga informasi tentang hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan bertani."  jelasnya.

BACA JUGA: Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji 1447 H

Narendra menambahkan bahwa buku tersebut akan tersedia dalam dua format, yaitu versi cetak dan digital yang dapat diakses melalui aplikasi Cropwise Syngenta.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Syngenta juga menyelenggarakan talkshow bertema “Sinergi 3 Pilar – Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani dalam Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara.”

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Rahmat Hidayat dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia sekaligus Ketua Bidang Pupuk Dewan Pimpinan Nasional HKTI Gunawan Sutio, Ketua High Spender (HSP) Priangan Bandung Dede Koswara, Product Manager–Portfolio Head Syngenta Indonesia Tey Huy Xiang, serta Technical Market Development Syngenta Indonesia Ali Zarkasi.

Melalui peluncuran buku panduan ini, Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian nasional. Edukasi dan panduan praktis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani, mendorong produktivitas yang lebih optimal, serta memperkuat praktik pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP