Produksi Gula Nasional Digenjot, Kementan Targetkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu di 2026

Produksi Gula Nasional Digenjot, Kementan Targetkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu di 2026
Agricom.id

11 March 2026 , 03:28 WIB

Kementerian Pertanian menargetkan penyaluran 5,9 miliar mata benih tebu pada 2026 untuk pengembangan lahan seluas hampir 100 ribu hektare di berbagai daerah, sebagai bagian dari strategi memperkuat produksi tebu rakyat dan mempercepat swasembada gula nasional. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah menuju swasembada gula nasional dengan memperkuat pengembangan tebu rakyat di berbagai daerah. Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran sekitar 5,9 miliar mata benih tebu untuk mendukung pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare.

Program tersebut direncanakan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan tebu rakyat.

BACA JUGA: Siap Perkuat Kerja Sama Pertanian, Prancis Apresiasi Capaian Ketahanan Pangan Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan komoditas tebu menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendorong tercapainya kemandirian gula nasional. Berbagai pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan benih, pola tanam, penguatan hilirisasi, hingga pemasaran. Tujuan utamanya agar pekebun memperoleh keuntungan yang lebih baik,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

Melalui langkah tersebut, pemerintah menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026. Peningkatan ini diharapkan sejalan dengan upaya perluasan serta optimalisasi lahan tebu nasional guna memperkuat ketahanan pangan.

BACA JUGA: Kementan Catat Harga Pakan Turun, Peternak Berpeluang Hemat Biaya Produksi

Upaya percepatan swasembada gula sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan menyalurkan bantuan sekitar 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani.

Jumlah tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program bantuan benih ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa ketersediaan benih unggul menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu di tingkat pekebun.

BACA JUGA: Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi ke WTO, Respons Ketidakpatuhan UE dalam Sengketa Sawit

“Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun mendapatkan akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” kata Roni.

Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun guna memastikan penyaluran benih berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan dukungan benih unggul serta perluasan areal tebu rakyat, pemerintah optimistis produksi gula nasional akan terus meningkat. Selain memperkuat pasokan gula dalam negeri, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP