AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Harga CPO ditetapkan sebesar Rp. 15.375/kg, naik Rp. 100/kg atau sekitar 0,65% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Selasa (10/3/2026) yang berada di level Rp. 15.275/kg.
Dilansir dari InfoSAWIT, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp. 15.375/kg. Sementara itu, harga CPO Franco Teluk Bayur berada di level Rp. 15.245/kg, dan harga CPO FOB Talang Duku tercatat Rp. 15.175/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (10/3/) Naik Jadi Rp 15.275/Kg, Sementara Bursa Malaysia Ditutup Melemah
Di sisi lain, untuk produk turunan CPKO Franco Dumai tercatat withdraw (WD) harga dibuka Rp. 33.407/kg. Adapun penawaran tertinggi yang masuk dalam tender tersebut mencapai Rp. 31.810/kg.
Sementara itu, perkembangan pasar global juga menunjukkan tren positif. Dilansir dari Reuters, harga kontrak minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/3/2026). Penguatan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak kedelai (soyoil) di pasar Chicago serta rebound harga minyak mentah dunia.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Pada Selasa (9/3), Akibat Aksi Ambil Untung
Harga kontrak CPO acuan untuk pengiriman Mei 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM71 per ton atau sekitar 1,6% sehingga ditutup pada level RM4.499 per ton. Pada awal sesi perdagangan, harga sempat turun hingga RM4.395 per ton, sebelum akhirnya berbalik menguat menjelang penutupan pasar.
Kenaikan harga CPO tersebut juga sejalan dengan penguatan harga minyak nabati lainnya di pasar global. Kontrak soyoil di Chicago Board of Trade (CBOT) dilaporkan melonjak sekitar 3,11%, memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga minyak sawit di pasar internasional.
Penguatan harga minyak nabati pesaing tersebut seringkali menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan harga CPO, mengingat minyak sawit merupakan salah satu komoditas utama dalam perdagangan minyak nabati dunia. Dengan adanya dukungan dari pasar global, pelaku industri berharap tren harga CPO dapat tetap stabil di tengah dinamika pasar komoditas internasional. (A3)