AGRICOM, JAKARTA – Memasuki perdagangan awal pekan, harga karet alam di pasar internasional yang diperdagangkan di Singapore Exchange (SGX) – Sicom pada Senin, 16 Maret 2026 tercatat sebesar US Cent 195,0 per kilogram, atau setara Rp 32.856 per kilogram dengan kurs Rp 16.849 per dolar AS.
Harga tersebut mengalami penurunan sekitar Rp 455 per kilogram dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Jumat, 13 Maret 2026 yang berada di level Rp 33.311 per kilogram.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Jumat (13/3) Turun Lagi, Tertinggi Rp 33.311/Kg
Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, menilai pergerakan tersebut masih tergolong wajar dalam dinamika perdagangan komoditas global. Penurunan ini menunjukkan pasar tengah melakukan penyesuaian kembali untuk mencari titik keseimbangan baru setelah fase penguatan.
Menurutnya, setelah harga mengalami penguatan biasanya pasar akan memasuki fase koreksi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. “Pergerakan ini masih tergolong wajar dalam dinamika pasar komoditas. Setelah penguatan biasanya terjadi fase koreksi sebelum arah berikutnya terbentuk. Secara umum, pasar masih berada dalam fase konsolidasi,” ujar Rudi, dikutip Agricom.id, Senin 16 Maret 2026.
BACA JUGA: Mentan Amran Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Di tengah fluktuasi harga yang masih terjadi di pasar global, para petani karet tetap diingatkan untuk menjaga kualitas bokar secara konsisten agar dapat memperoleh harga yang lebih baik.
Petani dianjurkan menggunakan pembeku lateks sesuai rekomendasi, memastikan bokar bebas dari kotoran, serta tidak terkontaminasi limbah atau praktik perendaman yang dapat menurunkan kualitas.
“Pasar sedang menguji keseimbangan, namun mutu bokar tetap menjadi kunci nilai bagi petani karet,” pungkas Rudi.
BACA JUGA: Konflik Global Meningkat, Indonesia Perkuat Ketahanan Energi Lewat Sawit dan Bioetanol Singkong
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp 32.856/Kg
- KKK 70%: Rp 22.999/Kg
- KKK 60%: Rp 19.714/Kg
- KKK 50%: Rp 16.428/Kg
- KKK 40%: Rp 13.142/Kg
- KKK 30%: Rp 9.857/Kg
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)