Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia naik 1,86% pada Senin (16/3/2026) ke level RM4.657 per ton, melanjutkan penguatan empat hari beruntun seiring lonjakan harga palm olein di Dalian dan dukungan kenaikan harga minyak mentah global. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali mencatat penguatan pada perdagangan Senin (16/3/2026). Kenaikan ini menjadi penguatan hari keempat berturut-turut, didorong oleh lonjakan harga palm olein di pasar Tiongkok serta naiknya harga minyak mentah global.
Dilansir dari Reuters, harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia naik RM85 per ton atau sekitar 1,86% menjadi RM4.657 per ton pada jeda perdagangan tengah hari.
Pelaku pasar menyebut kenaikan harga CPO tersebut mengikuti penguatan signifikan harga palm olein di Bursa Dalian. Pada sesi perdagangan pagi di kawasan Asia, harga palm olein di bursa tersebut bahkan tercatat menyentuh level tertinggi sejak Juni 2022.
Sentimen positif juga datang dari pasar energi global. Kenaikan harga minyak mentah dunia turut memberikan dukungan terhadap pergerakan harga minyak sawit, mengingat hubungan erat antara pasar energi dan komoditas minyak nabati.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Naik 1,23% ke 4.597 Ringgit, Catat Kenaikan Mingguan Kedua
Di pasar komoditas lainnya, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Bursa Dalian tercatat naik sekitar 0,34%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melonjak hingga 2,52%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru terkoreksi sekitar 0,95%.
Secara umum, harga minyak sawit global cenderung mengikuti dinamika harga minyak nabati lainnya, seperti minyak kedelai, karena kedua komoditas tersebut bersaing dalam pasar minyak nabati dunia.
BACA JUGA: FORWATAN dan Tiga Asosiasi Industri Sawit Salurkan Bantuan untuk Yatim Piatu di Depok
Sementara itu di dalam negeri, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp 15.890 per kilogram pada Senin (16/3/2026). Harga tersebut naik Rp 390 per kilogram atau sekitar 2,52% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Jumat (13/3/2026) yang tercatat sebesar Rp 15.500 per kilogram.
Penguatan harga ini mencerminkan sentimen positif yang masih berlanjut di pasar minyak sawit global, seiring dukungan dari pasar energi serta pergerakan harga minyak nabati utama dunia. (A3)