AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat melemah pada perdagangan Selasa (17/3/2026), seiring tekanan yang juga terjadi di pasar global.
Harga CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp 15.825 per kg, turun Rp 65 per kg atau sekitar 0,41% dibandingkan posisi Senin (16/3/2026) yang mencapai Rp 15.890 per kg.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id, harga CPO Franco Dumai dan Kuala Tanjung berada di level Rp 15.825 per kg. Sementara itu, harga CPO Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp 15.695 per kg, dan FOB Talang Duku sebesar Rp 15.625 per kg.
Untuk produk turunan, harga CPKO Franco Dumai tercatat Rp 32.775 per kg, sedangkan harga kernel (PK) Franco Belawan berada di level Rp 15.285 per kg.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun, Tertekan Soyoil dan Isu Kebijakan B50 Indonesia
Pelemahan harga CPO domestik ini sejalan dengan koreksi di pasar global. Mengacu laporan Reuters, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives turun lebih dari 1% pada perdagangan hari yang sama, sekaligus menghentikan reli selama empat hari berturut-turut.
Kontrak berjangka CPO acuan pengiriman Juni 2026 tercatat turun RM49 per ton atau sekitar 1,05% menjadi RM4.605 per ton pada sesi jeda siang.
BACA JUGA: Papua Barat Targetkan Pengembangan Kakao 68 Ribu Hektare, Serap 2.500 Tenaga Kerja
Tekanan harga dipicu oleh pergerakan minyak kedelai (soyoil) di Chicago serta ketidakpastian kebijakan strategis Indonesia, termasuk isu pajak ekspor dan implementasi mandatori biodiesel B50.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sambil menunggu kejelasan arah kebijakan yang dinilai akan sangat memengaruhi prospek permintaan dan pergerakan harga CPO dalam jangka pendek. (A3)