Harga CPO KPBN Kamis (30/4) Menguat Meski WD, Bursa Malaysia Tertekan Jelang Libur Panjang

Harga CPO KPBN Kamis (30/4) Menguat Meski WD, Bursa Malaysia Tertekan Jelang Libur Panjang
Agricom.id

01 May 2026 , 20:41 WIB

Harga CPO KPBN naik ke Rp15.400/kg pada Kamis meski tender berstatus withdraw, sementara CPO Bursa Malaysia melemah akibat aksi ambil posisi aman menjelang libur panjang. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (30/4/2026), meski seluruh proses tender berakhir withdraw (WD). Harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.400 per kilogram, naik Rp180/kg atau sekitar 1,18% dibandingkan perdagangan Rabu (29/4/2026) yang berada di level Rp15.220/kg.

Kenaikan harga ini mencerminkan masih adanya minat beli di pasar domestik, meskipun belum mencapai level yang diharapkan penjual sehingga transaksi tidak terealisasi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (29/4) Naik ke Rp15.220/Kg, Bursa Malaysia Bergerak Terbatas

Berdasarkan informasi pasar, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp15.450/kg, namun tender berakhir WD dengan penawaran tertinggi Rp15.400/kg. Sementara harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.250/kg dan berstatus WD dengan penawaran tertinggi Rp15.112/kg.

Di wilayah Kalimantan, harga CPO Loco Parindu dibuka Rp15.100/kg, tetapi WD dengan penawaran tertinggi Rp14.787/kg. Untuk Loco Kembayan, harga pembukaan berada di level Rp15.000/kg dan berakhir WD dengan penawaran tertinggi Rp14.762/kg.

Sedangkan Loco Ngabang dibuka Rp15.100/kg dan juga mengalami WD, dengan penawaran tertinggi tercatat Rp14.947/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Jelang Libur Panjang, KPBN Indonesia Justru Naik

Sementara itu, pasar internasional menunjukkan arah berbeda. Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru ditutup melemah pada perdagangan Kamis, seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang libur panjang yang diperkirakan menekan aktivitas perdagangan regional.

Menurut laporan Bernama, tekanan pasar muncul setelah trader mulai mengurangi eksposur risiko, terutama karena Bursa Dalian Commodity Exchange (DCE) di Tiongkok akan tutup lebih lama selama masa liburan.

Secara rinci, kontrak CPO Mei 2026 turun RM1 menjadi RM4.504 per ton. Kontrak Juni 2026 melemah RM5 ke level RM4.540 per ton, sementara kontrak Juli 2026 terkoreksi RM8 menjadi RM4.570 per ton.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178

Kontrak Agustus 2026 turun lebih dalam sebesar RM16 menjadi RM4.588 per ton. Selanjutnya kontrak September 2026 melemah RM22 ke posisi RM4.599 per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 turun RM20 menjadi RM4.609 per ton.

Meski harga bergerak turun, aktivitas perdagangan justru meningkat. Volume transaksi tercatat naik menjadi 84.955 lot dibandingkan 73.968 lot pada sesi sebelumnya. Sementara open interest meningkat menjadi 259.891 kontrak dari sebelumnya 256.779 kontrak.

Di pasar fisik, harga CPO pengiriman Mei juga turun RM10 menjadi RM4.550 per ton.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode Mei 2026 Naik, HPE Tembus USD 2.963/MT

Perbedaan arah antara pasar domestik Indonesia dan Bursa Malaysia menunjukkan dinamika yang berbeda. Pasar lokal masih ditopang permintaan dalam negeri, sementara pasar global cenderung bergerak defensif menjelang libur panjang dan menunggu perkembangan permintaan dari negara importir utama. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP