Perdagangan CPO di Bursa Malaysia ditutup melemah pada Kamis akibat aksi hati-hati pelaku pasar menjelang libur panjang, sementara harga CPO di KPBN Indonesia justru menguat. Foto: Istimewa
AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026), seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang libur panjang yang diperkirakan mengurangi aktivitas transaksi regional.
Sentimen negatif juga datang dari pasar Tiongkok, di mana trader mulai mengurangi eksposur risiko karena Bursa Dalian Commodity Exchange (DCE) akan memasuki masa libur lebih panjang. Kondisi ini mendorong investor menahan posisi baru sambil menunggu arah permintaan setelah pasar kembali dibuka.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah Tipis Tertekan Ekspor dan Minyak Nabati Pesaing
Berdasarkan laporan Bernama, kontrak CPO Mei 2026 turun RM1 menjadi RM4.504 per ton. Kontrak Juni 2026 melemah RM5 ke level RM4.540 per ton, sedangkan kontrak Juli 2026 turun RM8 menjadi RM4.570 per ton.
Selanjutnya, kontrak Agustus 2026 mencatat penurunan lebih dalam sebesar RM16 menjadi RM4.588 per ton. Kontrak September 2026 terkoreksi RM22 ke posisi RM4.599 per ton, sementara kontrak Oktober 2026 turun RM20 menjadi RM4.609 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (29/4) Naik ke Rp15.220/Kg, Bursa Malaysia Bergerak Terbatas
Meski harga mengalami pelemahan, aktivitas perdagangan justru meningkat tajam. Volume transaksi naik menjadi 84.955 lot dibandingkan 73.968 lot pada sesi Rabu sebelumnya. Kenaikan volume ini menunjukkan pelaku pasar tetap aktif melakukan penyesuaian posisi menjelang libur panjang.
Selain itu, open interest juga meningkat menjadi 259.891 kontrak dari sebelumnya 256.779 kontrak, menandakan minat pasar terhadap kontrak berjangka CPO masih cukup solid meskipun harga sedang terkoreksi.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178
Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Mei South turut turun RM10 menjadi RM4.550 per ton. Penurunan di pasar fisik ini sejalan dengan pelemahan pasar berjangka yang dipengaruhi sentimen libur dan minimnya katalis baru.
Berbeda dengan tren di Malaysia, harga CPO di pasar domestik Indonesia justru bergerak naik. Di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), penawaran CPO pada Kamis tercatat mengalami withdraw (WD), dengan harga tertinggi mencapai Rp15.400 per kilogram.
BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode Mei 2026 Naik, HPE Tembus USD 2.963/MT
Dengan capaian tersebut, harga CPO KPBN naik Rp180/kg atau sekitar 1,18% dibandingkan perdagangan Rabu (29/4/2026) yang berada di level Rp15.220/kg.
Kenaikan harga di pasar domestik menunjukkan permintaan lokal masih cukup terjaga, sekaligus mencerminkan adanya perbedaan dinamika antara pasar internasional dan pasar dalam negeri. Pelaku industri kini menanti perkembangan ekspor, pergerakan harga minyak nabati pesaing, serta kondisi produksi pada awal Mei sebagai penentu arah harga selanjutnya. (A3)