Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Kebijakan Ekspor Thailand Tahan Penurunan

Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Kebijakan Ekspor Thailand Tahan Penurunan
Agricom.id

07 April 2026 , 07:13 WIB

Aksi ambil untung menekan harga CPO global, namun pembatasan ekspor Thailand memberi sentimen penahan di pasar. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Perdagangan minyak sawit mentah (CPO) global memulai pekan dengan tekanan. Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada Senin (6/4/2026), dipicu aksi ambil untung pelaku pasar setelah reli dalam beberapa sesi sebelumnya.

Mengutip laporan Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman Juni 2026 turun sebesar 27 ringgit atau sekitar 0,56% menjadi 4.812 ringgit per ton. Meski demikian, pelemahan tidak berlangsung dalam karena adanya sentimen positif dari kebijakan ekspor Thailand.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (6/4) Naik Tipis Menjadi Rp16.200 Per kg

Sementara itu, pasar domestik Indonesia justru menunjukkan penguatan. Harga CPO melalui tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp16.200/kg pada hari yang sama. Angka ini naik Rp65/kg atau sekitar 0,40% dibandingkan penawaran tertinggi pada Kamis (2/4/2026) yang mencapai Rp16.135/kg.

Pemerintah Thailand melalui Kementerian Perdagangan mengumumkan rencana pembatasan ekspor CPO serta pengendalian harga minyak goreng kemasan mulai 7 April. Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya permintaan biodiesel yang dipicu lonjakan harga energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Harga KPBN Turun Tipis di Tengah Pasar yang Fluktuatif

Langkah tersebut memberikan dukungan terhadap pasar, karena berpotensi memperketat pasokan di kawasan dan menjaga harga tetap stabil dalam jangka pendek.

Dari sisi eksternal, dinamika harga energi global turut memengaruhi pergerakan CPO. Harga minyak mentah dilaporkan turun lebih dari US$2 per barel di tengah ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekhawatiran gangguan distribusi akibat masalah pengiriman.

Menariknya, dalam kondisi tertentu, penurunan harga minyak mentah justru meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel dibandingkan bahan bakar fosil.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp 4.065/Kg di Periode 1–7 April 2026

Di pasar minyak nabati lainnya, pergerakan cenderung stabil. Harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade tercatat naik tipis sebesar 0,07%, mencerminkan permintaan global yang masih terjaga.

Namun, aktivitas perdagangan global sedikit terbatas, menyusul penutupan Bursa Dalian karena libur nasional di China. Kondisi ini turut memengaruhi likuiditas pasar secara keseluruhan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Naik Menjadi Rp 3.385,15/kg di Periode Akhir Maret 2026

Dengan kombinasi faktor tersebut, pasar CPO diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, dengan pelaku pasar mencermati kebijakan ekspor negara produsen serta perkembangan harga energi global sebagai penentu arah selanjutnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP