Stok Pangan Tembus Rekor, Mentan Amran Yakin El Nino Tak Ganggu Ketahanan Nasional

Stok Pangan Tembus Rekor, Mentan Amran Yakin El Nino Tak Ganggu Ketahanan Nasional
Agricom.id

07 April 2026 , 12:59 WIB

Stok beras nasional tembus rekor tertinggi, pemerintah optimistis dampak El Nino dapat diantisipasi dengan sistem produksi yang semakin kuat. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, MAKASSAR — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kesiapan nasional dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, dengan dukungan cadangan pangan yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui bahwa gejala cuaca panas ekstrem mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi sektor produksi pertanian. Namun demikian, pemerintah dinilai telah memiliki pengalaman dan strategi dalam mengantisipasi kondisi serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA: Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman, Gudang Bulog Sulsel Tembus 761 Ribu Ton

Usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026), Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi El Nino besar, termasuk pada periode 2015, 2023, dan 2024.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Selasa (7/4/2026).

BACA JUGA: Irigasi Jadi Prioritas, Pemerintah Kucurkan Rp12 Triliun untuk Pasokan Air Petani

Menurutnya, posisi ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kuat. Stok beras pemerintah tercatat mencapai sekitar 4,5 juta ton pada awal April 2026, yang disebut sebagai capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya.

BACA JUGA: Sumur Bor JIAT di Mojokerto Pangkas Biaya Petani hingga 80 Persen

Selain stok di gudang pemerintah, Mentan Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.

“Yang kedua adalah yang ada di Horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.

Dengan total ketersediaan tersebut, ia memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.

BACA JUGA: Ketua Komisi IV DPR RI: Ketahanan Pangan Butuh Kebijakan Terintegrasi dan Sinergi Kuat

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.

Mentan Amran juga menekankan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memperkuat sistem produksi, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (6/4) Naik Tipis Menjadi Rp16.200 Per kg

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, karena pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi yang terukur.

“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Di sisi lain, Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk petani, aparat, dan media.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Senin (6/4) Naik Lagi, Tembus ke Rp 34.114 Per kg

“Petani Indonesia, pahlawan pangan Republik ini, kepada TNI, Polri, Kejaksaan, seluruh yang membantu masyarakat tani sehingga beras kita melimpah. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh media,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Mentan Amran menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi potensi krisis global.

“Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” pungkasnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP