Penurunan harga minyak mentah dan pelemahan minyak nabati pesaing menekan kinerja minyak sawit di pasar global, sementara permintaan dari India ikut melemah. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali berada dalam tekanan pada perdagangan awal pekan. Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO acuan menunjukkan pelemahan signifikan, seiring sentimen negatif dari pasar energi dan minyak nabati global.
Dilansir dari Reuters, pada perdagangan Selasa (14 April 2026), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni turun sebesar RM81 per ton atau melemah 1,78% menjadi RM4.474 per metrik ton pada jeda perdagangan siang. Koreksi ini memperpanjang tren penurunan yang dipicu faktor eksternal.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat, Terdorong Lonjakan Minyak Mentah Global
Salah satu pemicu utama datang dari pelemahan harga minyak mentah dunia. Harga Brent crude oil tercatat turun 0,99% menjadi US$98,38 per barel. Penurunan ini berdampak langsung terhadap daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, karena harga energi yang lebih rendah cenderung mengurangi insentif penggunaan bahan bakar berbasis nabati.
Di dalam negeri, tekanan harga juga tercermin pada penetapan harga CPO oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN). Pada Selasa (14 April 2026), harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.325 per kilogram, turun Rp310/kg atau sekitar 1,38% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang mencapai Rp16.635/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (13/4) Menguat Tipis, Bursa Malaysia Ikut Terdorong Lonjakan Minyak Dunia
Dari sisi pasar minyak nabati global, pergerakan harga juga cenderung negatif. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai paling aktif tercatat turun 0,73%, sementara kontrak minyak sawit melemah lebih dalam sebesar 1,62%. Tren serupa juga terjadi di Chicago Board of Trade, di mana harga minyak kedelai terkoreksi 0,78%.
Tekanan tambahan datang dari sisi permintaan, khususnya dari India sebagai salah satu importir utama minyak sawit dunia. Impor minyak sawit India pada Maret dilaporkan turun hampir 19% dibandingkan bulan sebelumnya dan mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak tropis sebelumnya, yang membuat pelaku industri memilih menunda pembelian.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Turun Lagi Pada Selasa (14/4), Pasar Masuki Fase Konsolidasi
Kombinasi pelemahan harga energi, tekanan dari minyak nabati pesaing, serta menurunnya permintaan global menjadi faktor utama yang menahan laju harga CPO. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati pergerakan harga minyak mentah dan dinamika permintaan dari negara importir utama sebagai penentu arah harga selanjutnya. (A3)