Dok. Istimewa/ Harga karet global terkoreksi Rp125 per kilogram pada perdagangan Senin (18/5/2026), namun tren pasar dinilai masih solid seiring kuatnya permintaan terhadap karet alam.
AGRICOM, JAKARTA — Harga karet di pasar global yang diperdagangkan di SGX-Sicom pada awal pekan mengalami koreksi tipis. Pada perdagangan Senin (18/5/2026), harga karet tercatat sebesar US Cent 221,3 per kilogram atau setara Rp38.526 per kilogram dengan kurs Rp17.409 per dolar AS.
Posisi tersebut turun Rp125 per kilogram dibandingkan perdagangan Rabu (13/5/2026) yang berada di level Rp38.651 per kilogram. Meski mengalami pelemahan terbatas, harga karet masih mampu bertahan di level tinggi di atas Rp38.000 per kilogram.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Rabu (13/5) Turun Tipis ke Rp38.651 Per Kg
Pelaku pasar menilai pergerakan harga saat ini mencerminkan fase konsolidasi yang masih sehat setelah penguatan cukup panjang dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan jual dinilai belum terlalu besar, sementara permintaan terhadap karet alam global masih relatif kuat.
“Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi sehat setelah penguatan panjang beberapa pekan terakhir. Tekanan jual terlihat belum terlalu besar, sementara minat pasar terhadap karet alam masih cukup kuat,” kata Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Senin (18/5).
BACA JUGA: Jelang Iduladha, Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Higienis dan Sesuai Syariat
“Dengan harga yang tetap bertahan di level atas, tren penguatan jangka menengah masih dinilai terjaga meskipun pasar sedang melakukan penyesuaian sementara,” tambah Rudi.
Di tengah kondisi pasar, Rudi berharap petani tetap menjaga mutu bokar secara konsisten. Gunakan koagulan/pembeku lateks sesuai anjuran, pastikan bokar bebas dari kotoran, bebas dari kontaminasi limbah atau perendaman.
BACA JUGA: Prabowo Apresiasi Mentan Amran, Indonesia Kini Dilirik Dunia untuk Pangan dan Pupuk
“Semakin tinggi KKK, semakin murni kandungan karet dan semakin sedikit kandungan air di dalam bokar, maka harga bokar ditawar lebih tinggi,” pungkas Rudi.
Penurunan harga karet global tersebut turut memengaruhi harga berdasarkan kadar karet kering (KKK) di tingkat perdagangan domestik. Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100% : Rp38.526/Kg
- KKK 70% : Rp26.968/Kg
- KKK 60% : Rp23.116/Kg
BACA JUGA: Kemenperin Genjot Hilirisasi Minyak Atsiri lewat Pusat Flavor and Fragrance Bali
- KKK 50% : Rp19.263/Kg
- KKK 40% : Rp15.410/Kg
- KKK 30% : Rp11.558/Kg
BACA JUGA: Kementan dan TNI AL Genjot Produksi Kedelai, Nganjuk Disiapkan Jadi Percontohan Nasional
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)