Harga CPO KPBN Senin (18/5) Menguat ke Rp15.300/Kg, Ditopang Reli Minyak Mentah

Harga CPO KPBN Senin (18/5) Menguat ke Rp15.300/Kg, Ditopang Reli Minyak Mentah
Agricom.id

19 May 2026 , 07:34 WIB

Dok. Agricom/ Harga CPO di KPBN naik Rp200/kg pada perdagangan Senin (18/5/2026), sejalan dengan penguatan kontrak CPO di Bursa Malaysia akibat kenaikan harga minyak mentah global.

 

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (18/5/2026), seiring sentimen positif dari penguatan pasar minyak nabati global.

Harga CPO di KPBN ditetapkan sebesar Rp15.300/kg, naik Rp200/kg atau sekitar 1,32% dibandingkan posisi perdagangan Rabu (13/5/2026) yang berada di level Rp15.100/kg.

Baca Juga: Harga CPO KPBN Rabu (13/5) Turun ke Rp15.100/Kg, Bursa Malaysia Masih Dibayangi Lesunya Permintaan

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai juga ditetapkan Rp15.300/kg. Sementara itu, harga CPO Loco Parindu dibuka pada level Rp14.950/kg, namun berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp14.785/kg.

Penguatan harga CPO domestik terjadi sejalan dengan kenaikan harga kontrak minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives yang ditutup menguat pada perdagangan Senin.

Baca Juga: Harga CPO Malaysia Kembali Terkoreksi, Permintaan India dan China Jadi Sorotan Pasar

Dilansir dari Bernama, kontrak spot Juni 2026 naik RM101 menjadi RM4.491 per ton. Kontrak Juli 2026 meningkat RM102 menjadi RM4.522 per ton, sedangkan kontrak Agustus 2026 bertambah RM97 menjadi RM4.534 per ton.

Selanjutnya, kontrak September 2026 menguat RM93 menjadi RM4.542 per ton. Kontrak Oktober 2026 naik RM84 menjadi RM4.549 per ton, sementara kontrak November 2026 bertambah RM80 menjadi RM4.561 per ton.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumut Melemah pada Pekan Kedua Mei 2026, CPO Ditetapkan Rp15.139/Kg

Penguatan harga di Bursa Malaysia dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali memberikan dukungan terhadap pasar komoditas nabati, termasuk minyak sawit.

Meski harga bergerak naik, aktivitas perdagangan justru mengalami penurunan. Volume transaksi tercatat turun menjadi 87.585 lot dibandingkan 98.554 lot pada perdagangan Jumat sebelumnya. Sementara itu, open interest sedikit melemah menjadi 283.019 kontrak dari posisi sebelumnya 285.554 kontrak.

Baca Juga: Harga Karet SGX-Sicom Awal Pekan Melemah Tipis, Masih Bertahan di Atas Rp38.000/Kg

Pelaku pasar memperkirakan pergerakan harga CPO dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, mulai dari fluktuasi harga energi global, pergerakan nilai tukar ringgit Malaysia, hingga perkembangan permintaan minyak nabati dari negara-negara konsumen utama dunia. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP