Tren Penguatan Berlanjut, Harga Karet SGX–SICOM Rabu (22/4) Naik lagi Ke Rp35.255 Per Kg


AGRICOM, JAKARTA — Pergerakan harga karet global kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (22/4/2026), melanjutkan tren rebound yang telah terbentuk sejak awal pekan.

Tercatat di bursa SGX-SICOM , harga karet ditutup sebesar 206,7 US cent/kg, atau setara Rp35.255/kg dengan kurs Rp17.056 per dolar AS.

Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp169/kg dibandingkan perdagangan Selasa (21/4/2026) yang berada di level Rp35.086/kg.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Selasa (21/4) Menguat Tajam, Rebound ke Rp35.086 per Kg

Menurut Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel Rudi Arpian, kenaikan bertahap dari Senin hingga Rabu memperlihatkan tren naik yang semakin solid dan konsisten.

“Momentum positif ini menandakan bahwa pasar berhasil melewati fase uji arah dan kini kembali berada dalam jalur penguatan. Kepercayaan pasar terlihat meningkat, dengan harga yang terus bergerak ke level lebih tinggi secara bertahap,” jelas Rudi dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Rabu (22/4).

BACA JUGA: KTNA Perkuat Dukungan Swasembada Pangan Lewat Inovasi dan Teknologi Pertanian

Di tengah tren penguatan ini, petani tetap diharapkan menjaga mutu bokar secara konsisten. Gunakan koagulan/pembeku lateks sesuai anjuran, pastikan bokar bebas dari kotoran, bebas dari kontaminasi limbah atau perendaman.

“Semakin tinggi KKK, semakin murni kandungan karet dan semakin sedikit kandungan air di dalam bokar, maka harga karet yang diterima petani akan meningkat,” pungkas Rudi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (21/4) Naik ke Rp15.250/kg, Didukung Sentimen Global dan Kebijakan B50

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

- KKK 100%: Rp35.255/kg

- KKK 70%: Rp24.679/kg

- KKK 60%: Rp21.153/kg

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Tembus Rp4.040/kg di Periode II April 2026

- KKK 50%: Rp17.628/kg

- KKK 40%: Rp14.102/kg

- KKK 30%: Rp10.576/kg

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat Berbasis Koperasi

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP