Mentan Amran menyalurkan bantuan sekitar Rp9 miliar bagi korban banjir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (11/5/2026). Foto: Istimewa
AGRICOM, BONE – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan sekitar Rp9 miliar bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut mencakup logistik, uang tunai, alat mesin pertanian, hingga benih gratis sebagai upaya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan sekitar Rp9 miliar kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam membantu penanganan darurat sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.
BACA JUGA: Kolaborasi APKARINDO Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Penyakit Gugur Daun Karet
Dalam kunjungannya ke Bone pada Senin (11/5/2026), Mentan Amran menegaskan pemerintah harus hadir secara langsung di tengah masyarakat ketika bencana terjadi. Ia mengaku langsung menunda sejumlah agenda setelah menerima laporan mengenai banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Kami dari kecil kalau ada yang kena bencana minimal kami doakan. Sampai jadi Menteri pun begitu kami dengar ada bencana, kami tunda acara yang lain. Saudara kita yang kena bencana lebih membutuhkan kehadiran pemerintah di saat seperti ini,” ujar Mentan Amran di Kabupaten Bone, Senin (11/05/2026).
Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (12/5) Turun Jadi Rp15.150 Per Kg
Berdasarkan data bantuan Kementerian Pertanian Peduli untuk Kabupaten Bone, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp9 miliar. Bantuan tersebut berasal dari berbagai mitra dan dukungan lintas sektor.
Sebanyak 33 truk bantuan dari berbagai mitra Kementerian Pertanian diberangkatkan membawa beras, minyak goreng, telur, mie instan, air kemasan, obat-obatan, hingga berbagai kebutuhan harian lainnya. Nilai bantuan logistik tersebut mencapai Rp3 miliar
“Hari ini ada bantuan 33 truk yang dibawa. Ini ada Bulog juga. Kalau butuh tambahan bantuan, tentu kita siap bantu lagi,” jelasnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (13/5).
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Selasa (12/5) Naik ke Rp38.693/Kg, Tren Penguatan Berlanjut
Bantuan juga diperkuat oleh BULOG dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa beras dan minyak goreng senilai Rp4 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Selain bantuan logistik, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp2 miliar untuk membantu percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Mentan Amran juga menyerahkan bantuan kepada dua keluarga korban meninggal dunia akibat bencana. Masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp50 juta sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.
BACA JUGA: Antisipasi PMK dan LSD, Kementan Intensifkan Pengawasan Hewan Kurban
Selain penyaluran bantuan, Mentan Amran meminta percepatan penanganan sungai untuk mencegah dampak bencana kembali terjadi. Ia memanggil Kepala Balai Wilayah Sungai dan meminta agar sungai-sungai kecil yang masih dangkal segera dinormalisasi menggunakan ekskavator.
“Cari sungai-sungai kecil yang masih dangkal. Pakai ekskavator. Kalau tidak punya biaya solar, hubungi saya. Saya mau nanti kalau kembali ke sini, masalah sungai sudah beres,” tegasnya.
Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian masyarakat, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan 10 unit hand traktor kepada pemerintah kecamatan. Dari jumlah tersebut, tiga unit merupakan bantuan dari Ketua DPR RI. Bantuan alat mesin pertanian tersebut dijadwalkan tiba dalam waktu sekitar satu minggu.
BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode Mei 2026 Naik, HPE Tembus USD 2.963/MT
Selain itu, Mentan Amran meminta Kepala Dinas terkait segera mengirimkan surat pengajuan agar masyarakat terdampak dapat memperoleh bantuan benih gratis dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut meliputi benih padi, benih jagung, gabah, hingga bibit perkebunan seperti kakao dan kopi.
“Kepala Dinas segera kirim surat. Ada benih gratis dari pusat, ada benih padi, benih jagung, termasuk kakao dan kopi. Semua kita bantu untuk percepatan pemulihan masyarakat,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran mengatakan pemerintah terus memperkuat sektor pertanian nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menyebut Indonesia saat ini sudah tidak lagi melakukan impor beras, sementara harga gabah dan jagung di tingkat petani juga terus membaik. Selain itu, pupuk subsidi kini semakin mudah diakses masyarakat.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178
“Sekarang kita sudah tidak impor beras. Harga pupuk subsidi diturunkan, sekarang tidak susah lagi. Harga jagung tinggi, harga gabah tinggi. Nah dari saya, tolong diatur saja sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Mentan Amran meminta agar seluruh bantuan yang telah dikirimkan dapat dibagikan secara tepat dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita coba tolong bantuan ini dibagi dengan baik,” pungkasnya.
Mentan Amran berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Bone. (A3)