Harga Sawit Sumsel Periode Akhir Mei 2026 Tembus Rp3.886/Kg


AGRICOM, PALEMBANG — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di South Sumatra kembali mengalami penguatan pada penetapan periode II Mei 2026 atau untuk masa 16–31 Mei 2026.

Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Sumatera Selatan, harga tertinggi ditetapkan untuk sawit umur 22 tahun sebesar Rp3.886,11/kg.

Dalam penetapan tersebut, harga crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.058,72/kg, sedangkan harga inti sawit atau kernel berada di level Rp14.619,74/kg.

Tim penetapan juga menetapkan harga cangkang sebesar Rp17,94/kg dengan indeks K sebesar 93,29%.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (22/5) WD Lagi, Bursa Malaysia Rebound

Mengacu data dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, harga TBS untuk tanaman umur tiga tahun ditetapkan sebesar Rp3.255,55/kg, sementara sawit umur empat tahun mencapai Rp3.357,45/kg.

Untuk tanaman umur lima tahun, harga ditetapkan Rp3.498,75/kg dan umur enam tahun sebesar Rp3.532,29/kg. Sementara sawit umur tujuh tahun berada di level Rp3.527,41/kg dan umur delapan tahun sebesar Rp3.661,68/kg.

Selanjutnya, harga TBS sawit umur sembilan tahun mencapai Rp3.739,71/kg. Untuk kategori tanaman produktif usia 10 hingga 20 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp3.882,25/kg.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Dorong Indonesia Jadi Penentu Harga Sawit Dunia, Bukan Sekadar Pemasok Global

Adapun harga sawit umur 21 tahun berada di level Rp3.873,29/kg, sedangkan usia 22 tahun menjadi yang tertinggi dengan Rp3.886,11/kg. Sawit umur 23 tahun tercatat Rp3.859,46/kg dan umur 24 tahun sebesar Rp3.753,93/kg.

Sementara itu, harga TBS sawit umur 25 tahun mencapai Rp3.769,93/kg, umur 26 tahun Rp3.703,94/kg, umur 27 tahun Rp3.650,31/kg, dan umur 28 tahun sebesar Rp3.589,74/kg.

BACA JUGA: INSTIPER Luluskan Angkatan Perdana Penerima Beasiswa BPDP, Mayoritas Langsung Terserap Kerja

Untuk tanaman yang lebih tua, harga sawit umur 29 tahun ditetapkan Rp3.523,51/kg dan umur 30 tahun sebesar Rp3.451,74/kg.

Kenaikan harga TBS di Sumatera Selatan dinilai masih dipengaruhi stabilnya harga produk turunan sawit, terutama CPO dan kernel, di tengah permintaan pasar yang tetap kuat. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP