Dok. Agricom/ Pelemahan harga minyak nabati di Dalian serta turunnya harga minyak mentah dunia menekan perdagangan CPO Malaysia dan pasar domestik KPBN.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (25/5/2026). Penurunan ini dipicu tekanan dari pasar minyak nabati global serta melemahnya harga minyak mentah dunia yang memengaruhi sentimen perdagangan komoditas berbasis energi dan pangan.
Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat turun RM48 per ton atau sekitar 1,07 persen menjadi RM4.438 per ton pada jeda perdagangan tengah hari. Pelemahan tersebut mengikuti penurunan harga minyak nabati lain di pasar regional, khususnya di Dalian Commodity Exchange.
BACA JUGA: CPO Malaysia Catat Penguatan di Tengah Tekanan Pasar Sawit Global
Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekspor minyak sawit Malaysia yang dinilai menjadi salah satu faktor utama penggerak harga dalam jangka pendek. Perusahaan survei kargo dijadwalkan merilis data ekspor produk sawit Malaysia untuk periode 1–25 Mei pada hari yang sama. Data tersebut dipandang penting untuk mengukur kekuatan permintaan global terhadap minyak sawit dari Malaysia sebagai salah satu produsen utama dunia.
Di pasar domestik, harga CPO pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga mengalami tekanan. Harga penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp12.333/kg pada Senin (25/5/2026), namun terjadi withdraw (WD) dalam proses perdagangan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (22/5) WD Lagi, Bursa Malaysia Rebound
Dengan demikian, harga penawaran CPO KPBN turun Rp44/kg atau sekitar 0,36 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya pada Jumat (22/5/2026) yang mencapai Rp12.377/kg.
Tekanan di pasar minyak nabati global terlihat dari pergerakan kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Dalian Commodity Exchange yang turun 0,97 persen. Sementara itu, kontrak minyak sawit di bursa yang sama juga melemah sebesar 0,78 persen.
BACA JUGA: Harga Karet SGX Turun Tipis di Awal Pekan, Bertahan di Rp39.099/Kg
Di sisi lain, perdagangan minyak nabati di Chicago Board of Trade (CBOT) tidak berlangsung karena pasar Amerika Serikat libur, sehingga aktivitas perdagangan global relatif lebih terbatas.
Analis pasar menilai arah pergerakan CPO dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi perkembangan ekspor Malaysia, pergerakan harga minyak mentah, serta prospek permintaan dari negara importir utama seperti India dan China. Selain itu, fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap dolar AS juga menjadi faktor penting yang memengaruhi daya saing ekspor minyak sawit Malaysia di pasar internasional. (A3)