Harga CPO KPBN Senin (25/5) Masih Lesu, Penawaran Tertinggi Hanya Rp12.333 Per Kg

Harga CPO KPBN Senin (25/5) Masih Lesu, Penawaran Tertinggi Hanya Rp12.333 Per Kg
Agricom.id

26 May 2026 , 09:39 WIB

Dok. Agricom/ Harga penawaran CPO KPBN turun tipis pada perdagangan Senin, sementara pasar CPO Malaysia melemah akibat tekanan minyak nabati di Dalian dan penurunan harga minyak mentah dunia.

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) masih mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Senin (25/5/2026). Harga penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp12.333/kg, turun Rp44/kg atau sekitar 0,36 persen dibandingkan perdagangan Jumat (22/5/2026) yang mencapai Rp12.377/kg.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Belawan dan Dumai dibuka sebesar Rp14.850/kg, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.333/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (22/5) WD Lagi, Bursa Malaysia Rebound

Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp14.650/kg dan juga mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.133/kg.

Untuk wilayah lainnya, Franco Teluk Bayur dibuka Rp14.720/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp11.870/kg. Lalu, Loco Ngabang dibuka Rp14.500/kg dan withdraw di level penawaran tertinggi Rp11.983/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah, Pasar Dibayangi Penurunan Ekspor dan Tekanan Minyak Nabati

Adapun Loco Parindu dibuka Rp14.500/kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp11.893/kg. Sedangkan Loco Kembayan dibuka Rp14.400/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp11.883/kg.

Di pasar global, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga bergerak melemah pada Senin (25/5/2026). Penurunan dipicu pelemahan harga minyak nabati lain di pasar Dalian serta turunnya harga minyak mentah dunia yang memengaruhi sentimen pasar komoditas.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode Ketiga Mei 2026 Turun Tipis Menjadi Rp3.998,76 Per kg.

Dilansir Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM48 per ton atau sekitar 1,07 persen menjadi RM4.438 per ton pada jeda perdagangan tengah hari.

Sentimen pasar juga dibayangi ekspektasi melemahnya ekspor minyak sawit Malaysia. Pelaku pasar menantikan rilis data ekspor produk sawit Malaysia periode 1–25 Mei yang dijadwalkan diumumkan perusahaan survei kargo pada hari yang sama. Data tersebut dinilai penting untuk melihat kekuatan permintaan global terhadap minyak sawit Malaysia.

BACA JUGA: Harga Karet SGX Turun Tipis di Awal Pekan, Bertahan di Rp39.099/Kg

Di pasar minyak nabati pesaing, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Dalian Commodity Exchange tercatat turun 0,97 persen, sementara kontrak minyak sawit Dalian melemah 0,78 persen.

Sementara itu, perdagangan minyak nabati di Chicago Board of Trade (CBOT) tidak berlangsung karena pasar Amerika Serikat libur, sehingga aktivitas perdagangan global cenderung lebih terbatas. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP