AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Meski demikian, harga penawaran tertinggi tercatat naik dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp12.400/kg atau naik Rp67/kg sekitar 0,54% dibandingkan perdagangan Senin (25/5/2026) yang berada di level Rp12.333/kg.
Untuk perdagangan Franco Dumai, harga pembukaan tercatat sebesar Rp14.885/kg, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.400/kg. Sementara harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp14.685/kg dan juga mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.377/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (25/5) Masih Lesu, Penawaran Tertinggi Hanya Rp12.333 Per Kg
Di wilayah lain, harga Franco Teluk Bayur dibuka Rp14.755/kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.203/kg. Harga Loco Ngabang dibuka Rp14.535/kg dengan penawaran tertinggi Rp11.995/kg.
Sedangkan Loco Parindu dibuka Rp14.535/kg dan mencatat penawaran tertinggi Rp11.905/kg. Untuk Loco Kembayan, harga pembukaan berada di level Rp14.485/kg dengan penawaran tertinggi Rp11.895/kg.
BACA JUGA: Pemerintah Gerak Cepat Redam Gejolak Harga Sawit, Jamin Stabilitas TBS Petani dan Pelaku Usaha
Sementara itu, untuk produk CPKO, harga Franco Kuala Tanjung dibuka Rp30.522/kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp29.750/kg. Franco Dumai dibuka Rp30.420/kg dengan penawaran tertinggi Rp29.650/kg, sedangkan FOB Palembang dibuka Rp30.278/kg dan mencatat penawaran tertinggi Rp28.400/kg.
Untuk komoditas palm kernel (PK), harga Franco Belawan dibuka Rp13.835/kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp13.585/kg.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat di Tengah Kekhawatiran Pasokan
Di pasar global, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Selasa (27/5/2026). Penguatan harga dipicu lonjakan harga minyak mentah dunia dan prospek produksi minyak sawit Malaysia yang diperkirakan melemah.
Mengutip laporan Bernama, sentimen positif di pasar sawit turut didorong kenaikan tajam harga energi global sejak awal perdagangan.
Pada penutupan pasar, kontrak CPO Juni 2026 naik RM19 menjadi RM4.429 per ton. Kontrak Juli 2026 bertambah RM20 menjadi RM4.466 per ton dan Agustus 2026 naik RM23 menjadi RM4.496 per ton.
BACA JUGA: Disbun Sumsel Perketat Pengawasan Harga TBS di Tengah Transisi Kebijakan Ekspor
Sementara itu, kontrak September 2026 meningkat RM29 menjadi RM4.522 per ton. Kontrak Oktober 2026 naik RM36 menjadi RM4.553 per ton dan November 2026 mencatat penguatan terbesar sebesar RM37 menjadi RM4.581 per ton.
Aktivitas perdagangan juga meningkat dengan volume transaksi mencapai 63.916 lot dibandingkan 57.304 lot pada sesi sebelumnya. Open interest turut naik menjadi 284.109 kontrak dari sebelumnya 282.395 kontrak.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Selasa (26/5) Naik Tipis Ke Rp39.386/Kg
Penguatan harga tersebut menunjukkan pelaku pasar masih mencermati kondisi pasokan minyak sawit Malaysia serta perkembangan geopolitik global yang memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dan komoditas nabati dunia. (A3)