Harga Referensi CPO Juni Turun 1,91 Persen, PE Dipatok USD 128,69 per MT dan BK USD 148 per MT

Harga Referensi CPO Juni Turun 1,91 Persen, PE Dipatok USD 128,69 per MT dan BK USD 148 per MT
Agricom.id

31 May 2026 , 00:16 WIB

Dok. Agricom/ Penurunan Harga Referensi (HR) CPO periode Juni 2026 dipengaruhi melemahnya permintaan dari negara importir utama, terutama India.

 

AGRICOM, JAKARTA – Pemerintah menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk periode 1–30 Juni 2026 sebesar USD 1.029,51 per metrik ton (MT). Nilai tersebut turun USD 20,07 atau 1,91 persen dibandingkan periode Mei 2026 yang mencapai USD 1.049,58 per MT.

Penurunan HR CPO ini menjadi dasar penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif layanan Badan Layanan Umum Plantation Fund Management Agency (BPDP) atau Pungutan Ekspor (PE) yang berlaku selama Juni 2026.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik Jadi USD 1.049,58/MT, Bea Keluar Dipatok USD 178

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penurunan harga referensi dipengaruhi oleh berkurangnya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor utama, khususnya India.

“HR CPO periode Juni 2026 turun dibandingkan periode Mei 2026 akibat penurunan permintaan dari negara importir utama seperti India,” ujarnya dalam keterangan resmi, diterima Agricom.id, Jumat (28/5).

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemerintah mengenakan Bea Keluar CPO sebesar USD 148 per MT. Selain itu, tarif Pungutan Ekspor ditetapkan sebesar 12,5 persen dari HR CPO, atau setara USD 128,69 per MT untuk periode Juni 2026.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (29/5) Melonjak 7,7%, Namun Seluruh Tender Masih Withdraw

Penetapan BK mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah melalui PMK Nomor 68 Tahun 2025. Sementara itu, tarif PE merujuk pada PMK Nomor 69 Tahun 2025 junto PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Dalam proses penentuan HR CPO, pemerintah menggunakan data rata-rata harga selama periode 20 April hingga 19 Mei 2026 yang berasal dari tiga sumber utama. Harga rata-rata di Bursa CPO Indonesia tercatat USD 920,80 per MT, Bursa Malaysia USD 1.138,22 per MT, dan harga CPO Rotterdam mencapai USD 1.429,40 per MT.

Namun, karena selisih harga rata-rata dari ketiga sumber tersebut melebihi USD 40 per MT, maka perhitungan HR mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur bahwa HR ditetapkan berdasarkan rata-rata dua sumber harga yang berada pada posisi median dan paling dekat dengan median.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode Mei 2026 Naik, HPE Tembus USD 2.963/MT

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah menggunakan harga dari Bursa CPO Indonesia dan Bursa Malaysia sebagai dasar perhitungan. Hasilnya, HR CPO untuk Juni 2026 ditetapkan sebesar USD 1.029,51 per MT.

Selain CPO, pemerintah juga menetapkan ketentuan bea keluar untuk produk hilir sawit. Produk minyak goreng sawit atau Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein dalam kemasan bermerek dengan berat bersih maksimal 25 kilogram dikenakan Bea Keluar sebesar USD 33 per MT.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1415 Tahun 2026 tentang Daftar Merek RBD Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 Kg.

BACA JUGA: Kementan dan Pelaku Industri Sepakat Jaga Stabilitas Harga Sawit Selama Transisi

Sementara itu, penetapan HR CPO dan berbagai harga patokan ekspor komoditas pertanian serta kehutanan yang dikenakan Bea Keluar maupun tarif layanan BLU BPDP tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1414 Tahun 2026.

Penurunan harga referensi CPO pada Juni 2026 menunjukkan dinamika pasar global yang masih dipengaruhi kondisi permintaan negara-negara konsumen utama. Meski demikian, harga referensi yang masih berada di atas level USD 1.000 per MT menunjukkan bahwa pasar minyak sawit global tetap bertahan pada kisaran harga yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata historis beberapa tahun terakhir. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP