Harga Karet SGX-Sicom Kamis (2/7) Turun Tipis ke Rp37.422 per Kg


AGRICOM, JAKARTA – Harga karet di SGX-Sicom kembali mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Harga karet tercatat sebesar US Cent 209,4 per kilogram, atau setara Rp37.422 per kilogram dengan kurs Rp17.871 per dolar AS.

Dibandingkan perdagangan Rabu (1/7/2026), harga karet turun Rp32 per kilogram dari sebelumnya Rp37.454 per kilogram. Meski demikian, besaran koreksi tersebut dinilai relatif kecil dan mencerminkan kondisi pasar yang mulai bergerak lebih stabil setelah mengalami fluktuasi cukup tajam pada penghujung Juni.

Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menilai pelemahan harga kali ini lebih mencerminkan fase konsolidasi dibandingkan perubahan tren yang signifikan.

BACA JUGA: Harga Karet SGX Turun Tipis ke Rp37.454 per Kg di Awal Juli, Pasar Masih Konsolidasi

Menurutnya, koreksi sebesar Rp32 per kilogram menunjukkan tekanan jual di pasar global mulai mereda. Setelah mengalami volatilitas tinggi pada akhir Juni, pelaku pasar kini cenderung mengambil sikap menunggu sambil mencermati perkembangan faktor-faktor baru yang berpotensi memengaruhi harga.

"Perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, menunjukkan harga karet global kembali terkoreksi, namun hanya dalam kisaran yang sangat tipis. Harga KKK 100% turun Rp32 per kilogram menjadi Rp37.422 per kilogram, menandakan pergerakan pasar mulai stabil setelah gejolak yang terjadi pada akhir Juni," ujar Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan bahwa dibandingkan penurunan tajam yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, pelemahan kali ini jauh lebih terbatas. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan di pasar mulai berkurang, sementara pelaku usaha dan investor memilih menunggu kepastian sentimen baru sebelum meningkatkan aktivitas transaksi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw, Bursa Malaysia Berbalik Menguat pada Perdagangan Rabu (1/7)

Pergerakan harga sejak awal Juli juga memperlihatkan pola yang relatif mendatar. Hal ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi, di mana keseimbangan antara permintaan dan penawaran belum menghasilkan arah tren yang lebih kuat.

Menurut Rudi, perdagangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator penting untuk menentukan apakah harga karet mulai memasuki fase pemulihan atau masih melanjutkan proses penyesuaian setelah tekanan yang terjadi sebelumnya.

Di tengah kondisi pasar yang cenderung stabil, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan olah karet (bokar). Kualitas bokar yang baik akan memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh harga jual yang lebih optimal, meskipun pergerakan harga global masih terbatas.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

"Koreksi yang sangat tipis menunjukkan pasar mulai stabil. Di tengah kondisi ini, menjaga kualitas bokar tetap menjadi langkah terbaik agar petani memperoleh harga jual yang optimal," pungkasnya.

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

- KKK 100%: Rp37.422/Kg

- KKK 70%: Rp26.195/Kg

- KKK 60%: Rp22.453/Kg

BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu

- KKK 50%: Rp18.711/Kg

- KKK 40%: Rp14.969/Kg

- KKK 30%: Rp11.227/Kg

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara dan Pertamina Power Indonesia Bersinergi Kembangkan Biodiesel dan Bioetanol Nasional

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP