Harga CPO Malaysia Rebound Ditopang Minyak Kedelai, KPBN Ikut Menguat


AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berbalik menguat pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah sempat melemah pada awal sesi. Kenaikan tersebut didorong oleh pulihnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) serta pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia yang meningkatkan daya saing ekspor minyak sawit.

Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman September 2026 naik RM29 per ton atau sekitar 0,64 persen menjadi RM4.575 per metrik ton, setara sekitar US$1.118,58 per ton pada jeda perdagangan siang.

Pergerakan positif di pasar global turut tercermin pada perdagangan domestik. Di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga penawaran CPO tercatat Withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi mencapai Rp15.417 per kilogram pada Rabu (1/7/2026).

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun 1%, CPO KPBN Merosot Rp288 per Kg Tertekan Pelemahan Minyak Nabati

Dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, harga tersebut meningkat Rp20 per kilogram atau sekitar 0,13 persen dari posisi Selasa (30/6/2026) yang berada di level Rp15.397 per kilogram.

Di pasar minyak nabati internasional, harga minyak kedelai di CBOT turut memberikan sentimen positif dengan kenaikan sekitar 0,29 persen, memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap prospek harga minyak nabati.

Meski demikian, pergerakan pasar di China masih menunjukkan tekanan. Kontrak minyak kedelai yang paling aktif di Dalian Commodity Exchange turun sekitar 0,3 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama terkoreksi 0,45 persen. Pelemahan di pasar Dalian tersebut membatasi penguatan harga CPO di Bursa Malaysia meskipun sentimen eksternal cenderung membaik.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.397 per Kg, Bursa Malaysia Terkoreksi akibat Pelemahan Minyak Kedelai

Pelaku pasar kini terus mencermati perkembangan permintaan ekspor, pergerakan mata uang, serta dinamika harga minyak nabati pesaing yang diperkirakan masih akan menjadi faktor utama penentu arah harga CPO dalam jangka pendek. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP