Dok. Istimewa/Harga karet global terkoreksi Rp194 per kilogram pada perdagangan 1 Juli 2026. Meski melemah, pasar dinilai masih bertahan dalam fase konsolidasi setelah sempat pulih pada akhir Juni.
AGRICOM, JAKARTA – Harga karet di SGX-SICOM pada perdagangan Rabu (1/7/2026) dibuka melemah tipis. Harga acuan tercatat sebesar 210,3 sen AS per kilogram atau setara Rp37.454 per kilogram dengan kurs Rp17.810 per dolar AS.
Dibandingkan perdagangan Selasa (30/6/2026), harga tersebut turun Rp194 per kilogram dari sebelumnya Rp37.648 per kilogram. Meski mengalami koreksi, pelemahan kali ini relatif terbatas dan menunjukkan pasar masih bergerak dalam fase konsolidasi.
BACA JUGA: Harga Karet SGX Rebound pada Akhir Juni, Naik Rp367 per Kg
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan pergerakan harga pada awal Juli menunjukkan pasar global masih mencari keseimbangan setelah mengalami fluktuasi tajam pada akhir Juni.
"Memasuki perdagangan perdana bulan Juli 2026, harga karet global kembali mengalami koreksi tipis setelah sempat rebound pada penutupan Juni. Penurunan ini relatif terbatas dan menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah koreksi tajam pada akhir Juni," ujar Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Rabu (1/7).
BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu
Menurutnya, meski harga belum mampu kembali menembus level Rp40.000 per kilogram, keberadaannya yang masih bertahan di kisaran Rp37.000 per kilogram mengindikasikan tekanan jual mulai mereda.
Ia menjelaskan, pola pergerakan harga dari akhir Juni hingga awal Juli membentuk siklus koreksi, rebound, kemudian kembali terkoreksi tipis. Kondisi tersebut mencerminkan pelaku pasar masih menunggu kepastian arah baru yang akan dipengaruhi oleh perkembangan permintaan global, kondisi pasokan, serta sentimen ekonomi dunia.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Rudi menambahkan bahwa volatilitas harga diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Oleh karena itu, petani diharapkan tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) agar memperoleh harga jual yang optimal di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
"Awal Juli dibuka dengan koreksi tipis, namun pasar masih bertahan dalam fase konsolidasi. Menjaga mutu bokar tetap menjadi langkah terbaik agar petani memperoleh nilai jual yang optimal di tengah fluktuasi harga," pungkasnya.
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp37.454/Kg
- KKK 70%: Rp26.218/Kg
- KKK 60%: Rp22.472/Kg
BACA JUGA: Awal Pekan Melemah, Harga Karet Global Turun Lagi ke Rp37.281 per Kg
- KKK 50%: Rp18.727/Kg
- KKK 40%: Rp14.982/Kg
- KKK 30%: Rp11.236/Kg
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)