Dok. Agricom/Tekanan dari pelemahan harga minyak kedelai dan ekspektasi peningkatan produksi sawit Malaysia mendorong penurunan harga CPO di Bursa Malaysia, sementara harga CPO KPBN turun menjadi Rp15.397 per kilogram.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (30/6/2026), seiring tekanan dari turunnya harga minyak kedelai di pasar global serta meningkatnya ekspektasi produksi sawit Malaysia pada paruh kedua tahun ini.
Berdasarkan perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 turun RM47 per ton atau 1,02 persen menjadi RM4.541 per ton, atau sekitar USD1.116,55 per ton, pada jeda perdagangan siang.
Meski mengalami koreksi pada awal pekan, kontrak CPO Malaysia masih mencatatkan kenaikan sekitar 1,1 persen sepanjang Juni 2026. Kinerja tersebut sekaligus mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama dua bulan berturut-turut.
Pelaku pasar menilai pelemahan harga dipicu oleh turunnya harga minyak kedelai selama perdagangan Asia. Selain itu, prospek meningkatnya produksi minyak sawit Malaysia dalam beberapa bulan mendatang turut mengurangi optimisme pasar terhadap pergerakan harga CPO.
BACA JUGA: Ekspor Sawit Meningkat, Harga CPO Bursa Malaysia Ditutup Naik ke RM4.589 per Ton
Tekanan serupa juga terjadi di pasar domestik. Harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) berstatus withdraw (WD) pada perdagangan Selasa (30/6/2026), dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp15.397 per kilogram.
Harga tersebut turun Rp288 per kilogram atau sekitar 1,84 persen dibandingkan perdagangan Senin (29/6/2026), ketika harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.685 per kilogram.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Pergerakan negatif juga terlihat pada komoditas minyak nabati lainnya. Di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,11 persen, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 0,25 persen.
Sementara itu, di Chicago Board of Trade (CBOT), harga kontrak minyak kedelai juga terkoreksi 0,51 persen, mencerminkan sentimen yang masih lemah di pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu
Analis menilai arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh perkembangan produksi di Malaysia, dinamika permintaan dari negara-negara importir utama, serta pergerakan harga minyak nabati pesaing, terutama minyak kedelai, yang selama ini menjadi salah satu acuan utama perdagangan minyak sawit duni. (A3)