Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.397 per Kg, Bursa Malaysia Terkoreksi akibat Pelemahan Minyak Kedelai

Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.397 per Kg, Bursa Malaysia Terkoreksi akibat Pelemahan Minyak Kedelai
Agricom.id

01 July 2026 , 09:32 WIB

Dok. Agricom/Harga CPO KPBN berstatus withdraw pada perdagangan Selasa (30/6/2026), sementara kontrak CPO Bursa Malaysia melemah lebih dari 1 persen akibat tekanan harga minyak kedelai dan ekspektasi peningkatan produksi sawit.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali berstatus withdraw (WD) pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp15.397 per kilogram, turun Rp288 per kilogram atau sekitar 1,84 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp15.685 per kilogram.

Berdasarkan data yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka pada level Rp15.550 per kilogram. Namun, transaksi berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi sebesar Rp15.397 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik Menjadi Rp15.685 per Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Penguatan

Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka di level Rp15.350 per kilogram dan juga berstatus withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.197 per kilogram. Adapun CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.420 per kilogram dan ditutup withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.260 per kilogram.

Untuk produk turunan, harga crude palm kernel oil (CPKO) Franco Dumai dibuka pada Rp29.137 per kilogram, namun berstatus withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.810 per kilogram. CPKO FOB Palembang juga mengalami withdraw, dengan harga pembukaan Rp28.893 per kilogram dan penawaran tertinggi Rp28.060 per kilogram.

Sementara itu, harga palm kernel (PK) Franco Belawan ditetapkan sebesar Rp13.435 per kilogram.

BACA JUGA: Ekspor Sawit Meningkat, Harga CPO Bursa Malaysia Ditutup Naik ke RM4.589 per Ton

Di pasar internasional, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange bergerak melemah pada perdagangan yang sama. Tekanan datang dari penurunan harga minyak kedelai di pasar global serta meningkatnya ekspektasi produksi minyak sawit Malaysia pada paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan laporan Reuters, kontrak CPO acuan pengiriman September 2026 turun RM47 per ton atau 1,02 persen menjadi RM4.541 per ton, atau sekitar USD1.116,55 per ton, pada jeda perdagangan siang.

Meski mengalami koreksi harian, kontrak CPO Malaysia masih mencatat kenaikan sekitar 1,1 persen sepanjang Juni 2026, mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama dua bulan berturut-turut.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

Pelaku pasar menilai pelemahan harga dipicu oleh melemahnya pasar minyak kedelai selama sesi perdagangan Asia. Di sisi lain, prospek peningkatan produksi minyak sawit Malaysia dalam beberapa pekan mendatang turut membatasi penguatan harga CPO.

Sentimen negatif juga terlihat di pasar minyak nabati lainnya. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange turun 0,11 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,25 persen.

BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu

Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga kontrak minyak kedelai juga terkoreksi 0,51 persen, memperkuat tekanan terhadap pasar minyak nabati global yang masih dipengaruhi prospek pasokan yang lebih besar serta dinamika permintaan dari negara-negara importir utama. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP