Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw, Bursa Malaysia Berbalik Menguat pada Perdagangan Rabu (1/7)

Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw, Bursa Malaysia Berbalik Menguat pada Perdagangan Rabu (1/7)
Agricom.id

02 July 2026 , 09:17 WIB

Dok. Agricom/Harga CPO KPBN Inacom kembali berstatus withdraw (WD) pada Rabu (1/7/2026) meski penawaran tertinggi naik menjadi Rp15.417 per kilogram. Sementara itu, kontrak CPO di Bursa Malaysia berbalik menguat.

AGRICOM, JAKARTA – Perdagangan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom kembali berakhir dengan status withdraw (WD) pada Rabu (1/7/2026). Meski demikian, harga penawaran tertinggi tetap mencatat kenaikan tipis dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Data yang dihimpun Agricom.id menunjukkan harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp15.417 per kilogram, naik Rp20 per kilogram atau sekitar 0,13 persen dibandingkan posisi Selasa (30/6/2026) yang berada di level Rp15.397 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Withdraw di Rp15.397 per Kg, Bursa Malaysia Terkoreksi akibat Pelemahan Minyak Kedelai

Di sejumlah titik serah, seluruh penawaran juga berakhir tanpa transaksi. Untuk Franco Dumai, harga pembukaan berada di level Rp15.675 per kilogram, sementara penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.417 per kilogram sebelum akhirnya berstatus withdraw.

Sementara itu, FOB Talang Duku dibuka pada harga Rp15.475 per kilogram dengan penawaran tertinggi Rp15.217 per kilogram, sedangkan Franco Teluk Bayur dibuka di level Rp15.545 per kilogram dengan penawaran tertinggi Rp15.274 per kilogram. Kedua lokasi tersebut juga ditutup dengan status withdraw (WD).

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Rebound Ditopang Minyak Kedelai, KPBN Ikut Menguat

Untuk produk crude palm kernel oil (CPKO), harga Franco Dumai tercatat sebesar Rp29.267 per kilogram.

Berbeda dengan kondisi perdagangan domestik yang masih diwarnai status withdraw, pasar internasional justru menunjukkan sentimen yang lebih positif. Harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives berbalik menguat setelah sempat bergerak di zona negatif pada awal perdagangan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman September 2026 naik RM29 per ton atau sekitar 0,64 persen menjadi RM4.575 per metrik ton (sekitar US$1.118,58) pada jeda perdagangan siang.

Penguatan tersebut didorong oleh kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) serta pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS yang meningkatkan daya saing ekspor minyak sawit Malaysia.

BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu

Di pasar minyak nabati global, kontrak minyak kedelai CBOT naik sekitar 0,29 persen, memberikan dukungan terhadap harga CPO. Namun, sentimen dari China masih cenderung negatif. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange turun sekitar 0,3 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,45 persen, sehingga membatasi penguatan harga CPO di Bursa Malaysia.

Pelaku pasar kini masih mencermati perkembangan permintaan ekspor, pergerakan nilai tukar, serta dinamika harga minyak nabati pesaing yang diperkirakan akan terus memengaruhi arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP