Dok. Agricom/ Harga CPO KPBN naik 0,83% pada perdagangan Senin (8/6/2026), sejalan dengan penguatan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia yang didorong sentimen positif dari pasar energi dan minyak nabati global.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penguatan harga domestik tersebut sejalan dengan tren positif yang terjadi di Bursa Malaysia Derivatives, didukung oleh naiknya harga minyak mentah dunia dan menguatnya pasar minyak kedelai.
Berdasarkan hasil tender KPBN, harga CPO tertinggi ditetapkan sebesar Rp15.175 per kilogram, naik Rp125 per kilogram atau sekitar 0,83% dibandingkan harga pada Jumat (5/6/2026) yang berada di level Rp15.050 per kilogram.
Data yang diperoleh Agricom.id menunjukkan harga CPO Franco Kuala Tanjung dan Dumai ditetapkan sebesar Rp15.175/kg. Sementara itu, CPO Franco Teluk Bayur dibanderol Rp15.045/kg, sedangkan CPO FOB Talang Duku berada di level Rp14.975/kg.
Untuk CPO Franco Parindu, tender dibuka pada harga Rp14.825/kg, namun berakhir dengan status withdraw (WD). Penawaran tertinggi yang masuk tercatat sebesar Rp14.615/kg.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat Didorong Minyak Mentah dan Kedelai
Di pasar internasional, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia ditutup menguat pada perdagangan Senin. Kenaikan tersebut dipicu oleh reli harga minyak mentah dunia yang meningkatkan daya saing biodiesel berbasis sawit, serta penguatan harga minyak kedelai yang turut mengangkat sentimen di pasar minyak nabati global.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga memperhatikan potensi penurunan produksi minyak sawit dalam beberapa pekan ke depan. Ekspektasi berkurangnya pasokan mendorong optimisme bahwa keseimbangan pasar akan semakin ketat, sehingga menopang harga CPO.
Mengutip Bernama, kontrak CPO pengiriman Juni 2026 naik RM13 menjadi RM4.505 per ton, sedangkan kontrak Juli 2026 juga menguat RM13 menjadi RM4.539 per ton.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 5–11 Juni 2026 Naik Menjadi Rp3.440,77 Per Kg
Kontrak Agustus 2026 mencatat kenaikan lebih besar, yakni RM21 menjadi RM4.575 per ton. Sementara kontrak September 2026 naik RM23 menjadi RM4.607 per ton.
Untuk kontrak Oktober 2026, harga meningkat RM22 menjadi RM4.638 per ton, sedangkan kontrak November 2026 membukukan kenaikan tertinggi dengan tambahan RM24 menjadi RM4.671 per ton.
Meski harga bergerak naik, aktivitas perdagangan mengalami perlambatan. Volume transaksi turun menjadi 51.506 lot dibandingkan 98.296 lot pada sesi sebelumnya. Open interest juga melemah menjadi 290.490 kontrak dari sebelumnya 293.957 kontrak.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 3–9 Juni 2026 Turun Tipis, Tertinggi di Rp3.832,61 Per Kg
Sementara itu, harga fisik CPO untuk pengiriman Juni di wilayah Selatan Malaysia tercatat stabil di level RM4.520 per ton, mengindikasikan kondisi pasar fisik yang relatif seimbang di tengah penguatan pasar berjangka.
Kombinasi penguatan harga di pasar domestik dan internasional memberikan sinyal positif bagi industri sawit. Pelaku pasar kini akan terus mencermati perkembangan produksi di negara produsen utama serta pergerakan harga energi dan minyak nabati pesaing yang berpotensi memengaruhi arah harga CPO dalam jangka pendek. (A3)