Harga CPO Malaysia Menguat, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing

Harga CPO Malaysia Menguat, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing
Agricom.id

23 June 2026 , 13:20 WIB

Dok. Agricom/ Kontrak berjangka CPO Malaysia mencatat penguatan untuk hari kedua berturut-turut. Sentimen positif datang dari naiknya harga minyak nabati pesaing dan peningkatan ekspor sawit Malaysia hingga 19,1%.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali mencatat penguatan pada perdagangan awal pekan. Kenaikan harga terjadi seiring membaiknya sentimen pasar minyak nabati global, pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia, serta meningkatnya kinerja ekspor produk sawit Malaysia sepanjang Juni 2026.

Dilansir dari Reuters, kontrak berjangka CPO acuan pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) naik RM8 per ton atau sekitar 0,17 persen menjadi RM4.654 per ton pada jeda perdagangan siang, Senin (23/6/2026). Penguatan tersebut sekaligus memperpanjang tren kenaikan untuk dua sesi perdagangan berturut-turut.

BACA JUGA: CPO Malaysia Ditutup Menguat, Sentimen Pasokan dan Geopolitik Angkat Harga Minyak Sawit

Pada awal perdagangan, harga bahkan sempat menyentuh level RM4.692 per ton, tertinggi sejak 6 Mei 2026, sebelum terkoreksi tipis menjelang sesi siang.

Kenaikan harga CPO Malaysia turut dipengaruhi oleh penguatan harga minyak nabati pesaing di pasar internasional. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai naik 0,72 persen. Sementara itu, kontrak minyak sawit di Dalian Commodity Exchange menguat 0,53 persen dan kontrak minyak kedelai paling aktif di bursa yang sama naik 0,01 persen.

Pelaku pasar menilai pergerakan harga minyak sawit masih sangat dipengaruhi dinamika minyak nabati global karena komoditas tersebut saling bersaing dalam memenuhi kebutuhan pasar minyak nabati dunia.

BACA JUGA: Harga TBS Plasma Riau Menguat ke Rp3.785/Kg pada Periode 17–23 Juni 2026

Di dalam negeri, harga CPO yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Senin (22/6/2026), terjadi withdraw (WD) dengan harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.415 per kilogram.

Harga tersebut meningkat Rp57 per kilogram atau sekitar 0,37 persen dibandingkan perdagangan Jumat (19/6/2026) yang berada pada level Rp15.358 per kilogram. Penguatan harga di KPBN mencerminkan sentimen pasar yang masih cukup kondusif di tengah meningkatnya permintaan dan membaiknya prospek ekspor.

Sentimen positif lainnya berasal dari Malaysia, salah satu produsen utama minyak sawit dunia. Data dari surveyor independen Intertek Testing Services (ITS) menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–20 Juni 2026 mencapai 907.067 ton, meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Capai Rp3.723/Kg pada Paruh Kedua Juni 2026

Peningkatan ekspor tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap permintaan global yang tetap solid, sekaligus menjadi faktor pendukung bagi pergerakan harga CPO dalam jangka pendek.

Analis memperkirakan harga minyak sawit masih berpeluang bertahan di level tinggi apabila tren penguatan minyak nabati pesaing berlanjut dan permintaan ekspor dari negara-negara importir utama tetap terjaga hingga akhir Juni. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP