Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.350/Kg Pada Kamis (25/6), Bursa Malaysia Melemah Tiga Hari Beruntun

Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.350/Kg Pada Kamis (25/6), Bursa Malaysia Melemah Tiga Hari Beruntun
Agricom.id

26 June 2026 , 13:43 WIB

Dok. Agricom/Harga CPO KPBN turun menjadi Rp15.350/kg pada Kamis (25/6/2026), sejalan dengan pelemahan kontrak CPO Bursa Malaysia yang tertekan oleh penurunan harga minyak mentah dan minyak nabati global.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik dan internasional kembali mengalami tekanan pada akhir pekan ini. Penurunan harga terjadi baik di pasar lelang PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) maupun di Bursa Malaysia Derivatives, seiring melemahnya harga minyak nabati global dan turunnya harga minyak mentah dunia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Kamis (25/6/2026) ditetapkan sebesar Rp15.350/kg. Harga tersebut turun Rp300/kg atau sekitar 1,92 persen dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang mencapai Rp15.650/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik 2,19 Persen Pada Rabu (24/6), Bursa Malaysia Masih Tertekan

Harga CPO Franco Kuala Tanjung dan Dumai ditetapkan sebesar Rp15.350/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp15.057/kg.

Di sisi lain, harga CPO FOB Teluk Bayur dibuka pada level Rp15.220/kg. Namun, transaksi tidak terjadi setelah penawaran mengalami withdraw (WD), dengan harga penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp15.060/kg.

Untuk komoditas inti sawit (Palm Kernel/PK), harga Loco PKS Sawit Seberang ditetapkan sebesar Rp12.820/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Tiga Hari Beruntun, Turun ke RM4.542 per Ton

Pelemahan harga CPO domestik juga sejalan dengan pergerakan pasar internasional. Harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali melemah pada perdagangan Kamis (26/6/2026), memperpanjang tren penurunan menjadi tiga sesi perdagangan berturut-turut.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 turun 1,96 persen menjadi RM4.542 per ton pada jeda perdagangan siang. Sebelumnya, kontrak yang sama telah mencatatkan penurunan kumulatif sebesar 0,83 persen dalam dua sesi perdagangan sebelumnya.

Tekanan utama berasal dari pelemahan harga minyak mentah dunia yang mengurangi daya tarik biodiesel berbasis minyak sawit. Selain itu, penurunan harga minyak nabati pesaing turut memberikan sentimen negatif terhadap pasar sawit global.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Turun Tipis pada Kamis (25/6), Bertahan Dekati Rp40 Ribu/Kg

Di pasar Dalian Commodity Exchange, harga kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,43 persen, sedangkan kontrak minyak sawit merosot 2,19 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga terkoreksi sebesar 0,34 persen.

Pelaku pasar saat ini masih menantikan data ekspor minyak sawit Malaysia sebagai indikator utama permintaan global. Data tersebut dinilai akan memberikan gambaran mengenai kekuatan permintaan dari negara-negara konsumen utama di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi tekanan eksternal. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP